Sudah di depan mata kita hari kelahiran Yesus Kristus. Persiapan kita yang paling pas ialah persiapan kelahiran. Renungan yang lalu telah mengatar kita ke pintu kelahiran ini, di mana kita berjumpa dengan Yohanes Pembaptis, yang membuka jalan untuk kelahiran berikutnya yang jauh lebih besar daripadanya.
Mungkin kedua bayi yang sudah berjumpa dalam kandungan Ibu mereka masing-masing waktu perawan Maria berjumpa Elisabeth, sempat memberikan isyarat: Yohanes lahir lebih dahulu untuk memberikan pengumuman kepada seluruh dunia, bahwa kelahiran Mesias akan segera menyusul. Kitab Suci jelas mengisahkan, bahwa kelahiran keduanya itu satu menyusul yang lain.
Kelahiran Yohanes pembaptis bermakna pertama-tama untuk menggenapi penubuatan Kitab Suci atau rencana Allah, bahwa nantinya ia jadi suara yang berseru di padang gurun untuk menyiapkan jalan bagi datangnya Sang Sabda. Selanjutnya kelahiran itu jadi persiapan jalan pertobatan dan pembebasan orang-orang dari kegelapan, kebutaan, ketidak-tahuan dan kedosaan. Persiapan ini mulai dengan Bapaknya sendiri, Zakaria yang terbuka mulutnya, setelah membisu sebelum anaknya lahir.
Kelahiran Yohanes itu menginspirasikan kita untuk lahir sebelum hari Natal nanti. Secara rohani kita perlu lahir kembali. Pembaptisan adalah kelahiran baru kita di dalam Kristus. Kita juga mendapatkan pencurahan Roh Kudus melalui Sakramen Krisma untuk dilahirkan dalam Roh Kudus. Setiap kali kita menghadiri perayaan Ekaristi, kelahiran baru itu diperoleh dengan masuknya firman Allah menjadi daging yang kita santap. Pengakuan iman melalui doa Aku Percaya dan doa-doa serta devosi memperkuat kelahiran kita kembali. Semua ini selalu kita jalani secara baik dan rutin.
Beberapa hari lagi perayaan Natal tiba, hendaknya kita meluangkan waktu untuk merenungkan semua peristiwa iman tentang kelahiran kita kembali. Kita mengingat kelahiran sepanjang tahun ini untuk jadi pakaian pesta yang menutup diri kita, yang jadi isi pikiran dan hati, tanda syukur, dan yang jadi tanda persiapan kelahiran kita terbaru.
Memang tepat dan bagus bagi kita untuk mengalami suatu perjumpaan yang indah, yaitu perjumpaan kehidupan. Kita yang terlahir kembali melalui Gereja yang kudus, Sabda kekal yang menjelma jadi manusia dalam suatu kelahiran melalui seorang perawan terberkati, masuk ke dalam Gereja yang sama.
“Ya, Allah yang Maha Rahim, baharuilah diri kami dalam Roh–Mu supaya kami terlahir kembali jadi baru, demi menyambut kelahiran Yesus Kristus, juru selamat dunia. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

