“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira, karena Allah Juru Selamatku” (Luk 1: 46b-47),
Masa Adven mengajak kita untuk berjaga dan menantikan kedatangan Sang Juru Selamat.
Injil hari ini menampilkan Kidung Maria, Magnificat, sebuah doa penuh syukur dari seorang hamba yang sederhana, tapi dipilih Allah jadi Bunda Sang Mesias. Dalam kata-kata Maria, kita diajak untuk belajar melihat segala sesuatu dengan kacamata iman. Sering kali kita lebih mudah bersedih, karena kekurangan, masalah, atau kegagalan. Tapi Maria mengajarkan, bahwa hati yang bersyukur justru menemukan sukacita sejati. Sukacita itu tidak bergantung pada situasi luar, melainkan pada keyakinan, bahwa Allah setia menyertai.
Menjelang perayaan Natal, kita diingatkan, bahwa persiapan yang terpenting itu bukan gemerlap hiasan atau hadiah, melainkan kesiapan hati untuk memuliakan Tuhan dalam keseharian. Sukacita Maria lahir dari kerendahan hati dan ketaatannya kepada Allah. Demikian pula kita, makin rendah hati, kian lapang hati kita untuk dipenuhi sukacita dari Allah.
Semoga menjelang Natal ini, kita belajar dari Maria: menjadikan hidup sebagai kidung syukur yang memuliakan Tuhan, serta menemukan sukacita sejati dalam Yesus, Sang Juru Selamat.
Fr. Clement, CSE
Senin, 22 Desember 2025
1 Sam 1: 24-28 MT 1 Sam 2: 1.4-8 Luk 1: 46-56
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

