“Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat 1: 24a).
Dalam Injil, pertanda yang dijanjikan Allah melalui Nabi Yesaya mendapatkan pemenuhannya dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus Kristus.
Dalam hidup sehari-hari, janji Allah ini tidak mudah untuk dipahami. Kita sudah berdoa, tapi seakan Tuhan diam membisu; meminta, tapi tidak ada jawaban; dan sudah berusaha, tapi hanya mendapat kelelahan. Jika hal ini yang dialami, bersyukurlah! Santo Yosep juga mengalami kebuntuan yang serupa. Kita perlu meneladani Santo Yosep dalam menghadapi situasi yang tidak mampu dipahami itu dengan mohon rahmat Allah untuk memiliki hati yang tulus. Lalu bawalah dan persembahkan segala pergumulan itu di hadapan Allah.
Sungguh, dalam kesetiaan kita akan melihat, bahwa kepastian di dalam Tuhan jauh melebihi yang dapat kita pikirkan, dan iman dalam nama Yesus adalah kepastian, bahwa hidup kita ada dalam rencana keselamatan Allah.
Rm. Timothy, CSE
Minggu, 21 Desember 2025
Hari Minggu Adven IV
Yes 7: 10-14 Mzm 24:1-6 Rm 1: 1-7 Mat 1: 18-24
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

