“Bukalah pintu hati kita, agar Raja Kemuliaan masuk.”
Pada Minggu Adven terakhir ini, Allah mengajak kami berdiri di ambang suatu misteri agung. Apa yang tersembunyi sejak dahulu kala, yang Allah janjikan melalui para Nabi, kini Ia nyatakan dalam kesederhanaan dan kepercayaan: “Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Ia akan dinamai Imanuel; Allah beserta kita.
Dalam Injil, kami diajak memasuki misteri Inkarnasi melalui iman yang hening dari Santo Yusuf. Ia adalah seorang yang benar, setia pada hukum Taurat, dan hatinya dipenuhi oleh keadilan sekaligus belas kasih. Ketika menghadapi kenyataan yang belum dapat ia pahami, ia memilih belas kasih daripada penghakiman, dan kerahiman daripada skandal. Dalam dirinya telah bertumbuh kekudusan yang berkenan kepada-Allah.
Allah memanggilnya melangkah lebih jauh. Melalui pesan Malaikat, Ia mengundang Yusuf dari ketaatan pada hukum, menuju ketaatan iman. Percaya pada karya Roh Kudus dan menyambut rencana keselamatan-Nya yang sedang digenapi. Dalam ketaatan itu, ia menerima Maria ke dalam rumahnya dan menyambut Anak yang dikandung bukan oleh kehendak manusia, melainkan oleh kuasa-Nya sendiri.
Dengan demikian, tanda yang Ia janjikan kepada kaum Daud digenapi. Yesus, Putra Daud menurut daging, adalah juga Putra Allah, karena Ia lahir dari Roh Kudus. Dialah Raja Kemuliaan yang kami nyanyikan dalam Mazmur: Pemilik bumi dan segala isinya. Di dalam Dia, janji-Nya kepada Daud diteguhkan, dan Kerajaan-Nya takkan berkesudahan.
Melalui Anak ini, Ia memulai ciptaan yang baru. Sebagaimana pada awal dunia Roh-Nya melayang-layang di atas air, demikian pula kini Roh yang sama membarui umat manusia. Dalam Kristus, kami diselamatkan dari dosa-dosa kami dan dipanggil sebagai yang Allah kasihi. Seperti yang diajarkan Rasul Paulus, kini segala bangsa dipanggil kepada ketaatan iman, untuk mencari wajah Allah Yakub.
Bapa, tahirkanlah hati kami. Jadikan kami layak untuk naik ke gunung-Mu yang kudus, berdiri di hadirat-Mu, dan melayani-Mu dengan sukacita. Saat kami makin mendekati perayaan kelahiran Putra-Mu, bukalah hati kami agar sungguh siap menyambut Dia. Dalam Ekaristi, misteri Allah beserta kita terus hadir di tengah kami sampai akhir zaman.
Datanglah, ya Imanuel. Siapkan hati kami untuk menyambut-Mu dengan iman seperti Yusuf, dengan hati yang murni dan hidup yang siap memuliakan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

