Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com – Kita pun telah mengenal sejumlah “frase” yang menggunakan kata ‘kunci’.
Ada frase, ‘kunci ilmu’, bahkan ada ‘kunci surga’, ‘kunci tobat’, dan juga ada ‘kunci lemari’’ dan bahkan ‘kunci rumah’.
Saudara, lewat tulisan ini, penulis mengajak untuk mengarahkan perhatian kita pada ‘frase’ serta makna filosofi dari idiom ‘kunci rumah’.
Sepintas, frase ‘kunci rumah’ diasosiasikan lewat kesadaran kita pada pemahaman secara denotatif, ialah ‘kunci’ untuk ‘membuka’ dan ‘menutup’ pintu rumah.
Lewat tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk sudi mengayakan nurani serta pemahanan filosofi kita lewat idiom ‘kunci rumah’.
Kunci rumah adalah kunci sang waktu, kunci temporal, kunci gejolak gerak hidup, dan bahkan kunci karakteristik sang penghuni sebuah rumah.
Siapakah sang penghuni sebuah rumah, dapat kita cermati lewat modus operandi sang penghuni rumah, bagaimanakah cara dia menggunakan kunci rumah itu.
Efektif atau justru amburadulkah cara sang penghuni rumah itu membuka dan menutup rumahnya.
Kapan, saat paling tepat untuk membuka dan kapan, dia menutup alias mengunci rumahnya.
Saudara, tentu hanya sang pemilik rumah yang tahu, apa saja isi dan harta rumahnya. Harta apa yang sangat intensif dijaga dan dipelihara.
Tentu, sebutir mutiara akan disimpan di dasar kopor, sedangkan koran bekas serta kresek plastik sering dibiarkan beterbangan ke mana-mana.
Sang penghuni cermat, tentu, dengan cermat pula memahami isi rumahnya. Ada hal-hal yang terkunci erat agar tidak diketahui sang tetangga nakal.
Kunci rumah adalah simbol kepribadian sang penghuninya. Siapakah sang dia, dapat diketahui dari cara serta kebiasaan dia membuka dan mengunci kembali dedaun pintu rumahnya.
Tertib dan beradabkah sang dia, akan diketahui dari seluruh tindakannya.
Jagalah isi rumahmu dengan cara bagaimana memanfaatkan secara efektif kunci rumahmu.
Kunci rumahmu adalah detak kesadaran nuranimu, bahkan juga sebagai misteri terdalam dari totalitas kepribadianmu.
Lalu, siapakah Anda selaku sang penghuni rumah dapat terdeteksi lewat caramu menggunakan kunci rumahmu.
Seperti santo Petrus yang turut berperan menggunakan pintu kerajaan Surga, demikian Anda pun adalah sang pemegang dan pengunci rumahmu.
Andalah sang pemegang kunci rumah nuranimu, rumah rohanimu, dan biarkan suatu saat kelak Sang Tuhan akan membuka dan bahkan mengunci rumahmu di atas bumi maya ini.
Jadilah pemegang setia kunci rumahmu… hingga saat itu tiba.
…
Kediri, 5 Februari 2023

