“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang” (Luk 1: 25).
Selama bertahun-tahun, Elizabeth hidup dalam kemandulan. Bagi orang Yahudi pada zaman itu, kemandulan adalah suatu aib atau tanda kutukan Tuhan. Namun, Elizabeth tetap percaya dan setia kepada Tuhan. Hingga pada saatnya, Elizabeth melihat karya Tuhan yang ajaib dalam hidupnya, sesuatu yang mustahil dalam pandangan manusia, ia mengandung di usia tua. Elizabeth percaya, bahwa yang terjadi atas dirinya adalah suatu perbuatan Tuhan baginya.
Mungkin kita juga berada dalam posisi seperti yang dialami oleh Elizabeth. Kita berdoa memohon penyelesaian atas masalah, kesehatan, kesembuhan, rezeki, dan sebagainya. Namun, seolah-olah tidak ada jawaban. Hidup kita berlalu tanpa ada perubahan. Bahkan kesulitan dan masalah itu datang bertubi-tubi.
Bagaimana sikap kita? Apakah iman kita jadi goyah? Ataukah kita tetap percaya dan setia kepada Tuhan?
Elizabeth jadi teladan bagi kita dalam kesetiaan kepada Tuhan. Ia tetap bertahan dalam aib dan tekanan hidupnya dengan tetap setia kepada Tuhan. Akhirnya, Tuhan melihat hatinya yang setia dan mengubah aibnya jadi martabat mulia, yakni Ibu yang melahirkan seorang Nabi besar.
Endang
Jumat, 19 Desember 2025
Hak 13: 2-7.24-25 Mzm 71: 3-6.16-17 Luk 1: 5-25
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

