Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Mari membuka tangan-tanganmu demi meraih keberuntungan.”
(Didaktika Hidup Sadar)
“Barang Siapa Tidak Bekerja, Janganlah Ia Makan”
Dalam hidup di dunia ini, kita seharusnya giat untuk bekerja, agar kita hidup dari keringat dan usaha sendiri. Jauhilah sikap mental ala ‘benalu’ yang hidup hanya dengan ‘menumpang dan menempelkan’ dirinya pada dahan dan ranting dari sebatang pohon.
Secara rohani, Rasul Paulus berkata, “Barang siapa tidak bekerja, janganlah ia makan.”
Pria-pria Berkuda
Di suatu senja, ada pria-pria berkuda yang sedang sibuk memacu kudanya, agar mereka tidak kemalaman di jalan. Sementara itu, dari jarak jauh, betapa terperanjatnya mereka, karena melihat ada ‘pancaran sinar’ di sebuah area. Mereka dengan cepat memacu kudanya agar dapat mengetahui, mengapa di tempat itu justru tampak bercahaya?
Detibanya di area itu, yang tampak justru hanyalah butiran-butiran pasir yang terbentang luas di sebuah kali mati. Saking terperanjatnya, mereka turun dari kudanya dan meraba-raba butiran pasir itu.
Saking penasaran, mereka berniat untuk membawa pulang butiran-butiran pasir itu ke rumahnya. Apa yang terjadi?
Salah seorang dari antara mereka mengambilnya dengan kedua cidukan tangannya, yang seorang lagi, dengan sebelah tangannya, dan yang lain lagi, hanya dengan sejumput ujung jemarinya.
Detibanya di rumah, betapa terperanjatnya mereka, karena ternyata, butiran-butiran pasir itu kini telah berubah jadi butiran-butiran emas yang berkilau nan indah.
Alangkah menyesalnya, pria yang hanya mengambil dengan sejumput jemarinya itu. Sambil memegang kepalanya, ia berkata, “He, saudara, betapa beruntungnya kalian. Saya sungguh menyesal, karena hanya mengambilnya dengan sejumput tangan.”
(Dari Berbagai Sumber)
Prinsip-prinsip Hidup
- Hidup ini adalah Tantangan dan Perjuangan. Untuk itu, Anda harus keras berjuang untuk menghadapi tantangan. Maka, Anda harus memiliki program, perencanaan, dan tujuan hidup.
- Hidup ini adalah Sebuah Kesempatan dan Rahmat Berlimpah. Tuhan memberikan kesempatan dengan rahmat-Nya tang berlimpah agar Anda dapat menikmati kebahagiaan hidup ini.
Berbahagialah Mereka yang telah Berjuang demi Memenangkan Tantangan Hidup ini!
Marilah kita sudi belajar dari kreativitas para penunggang kuda ini. Karena bukankah mereka itu adalah simbolisasi dari hidup dan perjuangan kita dari hari ke hari?
- Apakah Anda adalah pria yang selalu sibuk membanting tulang dengan kedua belah tangannya?
- Apakah Anda adalah pria yang mudah puas hanya lewat usaha ala kadarnya?
- Ataukah Anda adalah pria perlente yang ogah-ogahan menghadapi hidup dan kelak baru akan menyesalinya?
Jika memang demikian, sungguh berbahagialah Anda yang dengan setia telah membanting tulang demi kebahagiaan hidup ini.
Refleksi
Di suatu saat nanti, Tuhan akan berkata lantang, “Berbahagialah, hai, hamba-Ku yang setia, karena Engkau telah setia dalam perkara kecil, maka perkara besar itu akan dilimpahkan kepadamu.”
“Oh, Pengorbanan yang Bermakna!”
“Homo Faber”
(Manusia itu makhluk yang bekerja)
Kediri, 19 Desember 2025

