Allah meneguhkan janji-Nya melalui Nabi Yeremia: “Aku akan menumbuhkan bagi Daud suatu tunas yang adil.” Seorang Raja akan datang; yang memerintah dengan kebijaksanaan, menegakkan keadilan, dan membawa keselamatan bagi umat-Nya. Janji ini tidak tinggal sebagai nubuat yang jauh, melainkan mengambil rupa nyata dalam ketaatan sunyi Santo Yusuf dan dalam kelahiran Putra Tunggal-Nya.
Dalam Injil, kami memandang Yusuf, seorang yang benar di hadapan-Nya. Saat ia dihadapkan pada kebingungan, luka batin, dan tuntutan hukum, ia memilih belas kasih daripada penghukuman. Dalam diam dan kesetiaannya, kami melihat wajah keadilan Kerajaan-Nya: keadilan yang tidak melukai, tapi memulihkan; tidak menghakimi, tapi menyelamatkan. Yusuf mengajarkan kami, bahwa kebenaran sejati lahir dari hati yang terbuka pada kehendak Allah.
Pemazmur menyuarakan kerinduan terdalam umat manusia: seorang Raja yang membela orang kecil, menyelamatkan yang tertindas, dan mengangkat mereka yang tertunduk oleh beban hidup. Raja itulah Yesus yang dianugerahkan kepada kami. Ia tidak datang untuk mematahkan yang rapuh, melainkan untuk menguatkan; bukan untuk mempermalukan pendosa, melainkan untuk memulihkan martabatnya. Dalam diri-Nya, keadilan dan kerahiman berpelukan.
Ya, Bapa, banyak dari kami datang kepada-Mu dengan hati yang letih, tertindih oleh dosa, rasa bersalah, dan beban yang tersembunyi. Seperti Yusuf, kami berdiri di antara ketakutan dan kepercayaan. Tapi melalui sabda-Mu, “Jangan takut” Engkau mengingatkan kami, bahwa rencana-Mu selalu lebih besar daripada kegagalan kami. Apa yang tampak sebagai kegelapan dapat jadi jalan keselamatan, bila kami serahkan kepada-Mu.
Dengan menamai Sang Anak “Yesus,” Yusuf menerima ke dalam rumahnya Sang Juru Selamat yang membebaskan umat-Nya dari dosa. Inilah kehadiran Natal yang kami nantikan: bukan sekadar mengenang kelahiran di masa lampau, melainkan menyambut kehadiran rahmat yang hidup, yang mematahkan belenggu kami. Dalam Kristus, Engkau mengumpulkan kembali anak-anak-Mu yang tercerai-berai, menyembuhkan hati yang terluka, dan membuka masa depan yang penuh harapan.
Menjelang perayaan Natal, sucikanlah kami, ya, Bapa, dari segala beban cara hidup lama. Bebaskan kami oleh kebenaran Kristus, Raja kami yang sejati. Perbaruilah hati kami, agar seperti Yusuf, kami berani melangkah dari ketakutan menuju ketaatan, dari keraguan menuju kepercayaan, dan dari dosa menuju hidup yang baru.
Datanglah, Tuhan Yesus; Tunas adil dari Daud, Raja keadilan dan kerahiman. Berkuasalah dalam hati kami, angkatlah beban kami, dan tuntunlah kami menuju kebebasan dalam Kerajaan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

