Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Frase Panta Rhei”
Segala sesuatu akan mengalir dan berubah, tak akan ada sesuatu pun yang abadi.
(Heraklitus)
Bangsa kita memiliki sejumlah ungkapan atau idiom filosofis, antara lain, ‘baju bekas, kursi bekas, mobil bekas, rumah bekas, dan juga botol bekas’.
Secara definitif, apa itu botol bekas? Ia adalah botol yang pernah digunakan untuk menyimpan cairan apa pun yang kemudian sudah tidak digunakan lagi, karena telah tua atau rusak.
Makna Filosofis dari Frase ‘Botol Bekas’
Makna filosofis dari frase ‘botol bekas’ tentu akan sangat bervariasi. Mengapa demikian? Hal ini tentu akan sangat bergantung dari cara, bagaimana orang mengiterpretasinya. Jika memang demikian, tentu maknanya dapat saja berbeda-beda.
Berdasarkan sejumlah interpretasi, demikianlah makna selengkapnya dari frase ‘botol bekas!”’
- Kondisi Riil dari Keadaan Manusia Fana: artinya sesuatu yang telah dipakai dan jadi usang, tentu sudah tidak berguna.
- Transformasi dan Perubahan: semula, sesuatu itu berfungsi untuk mengisi dan menyimpan sejenis cairan. Setelah kosong, ia sudah tidak berfungsi.
- Sebuah Nilai dan Arti: Selama sesuatu itu dapat difungsikan, maka ia memiliki sebuah arti penting.
- Kefanaan dan Ketidakabadian: bahwa segala sesuatu, apa pun itu akan berakhir dan sudah tidak berguna lagi.
Konklusi: Semua akan Mengalir dan Berakhir
Demikianlah sekelumit pesan dari gerak kehidupan ini! Makna dan alur dari kehidupan yang fana ini! Ya, itulah kehidupan dan itulah pula akhir dari segalanya. Bukankah semuanya itu akan berujung pada suatu kefanaan?
Refleksi
- Lewat tulisan refleksi ini, kepada kita pun disuguhkan tentang misteri dari sebuah kefanaan hidup.
- Kelak Anda dan saya pun bagaikan sebuah botol bekas.
- Tentang Hukum kehidupan: Panta Rhei, bahwa segala sesuatu akan mengalir dan berubah.
Kini, saya sempat teringat dengan sebuah pesan moral dari kehidupan ini:
“Habis Manis, Sepah pun Dibuang.”
“Mors Ultima Linea Rerum est”
(Kematian adalah garis batas terakhir dari segalanya)
Kediri, 18 Desember 2025

