“Kepada-Nya bangsa-bangsa akan takluk.”
Allah mengajak kami memandang kesetiaan-Nya yang bekerja sepanjang sejarah. Dalam silsilah Yesus, Allah menyatakan, bahwa keselamatan itu bukan ‘sisipan’ yang terlepas dari perjalanan manusia, melainkan penggenapan dari seluruh sejarah itu sendiri. Yesus tidak hadir secara tiba-tiba begitu saja, tapi masuk sepenuhnya ke dalam kisah hidup manusia: dari generasi ke generasi, hingga genaplah waktunya.
Melalui berkat Yakub, Allah telah berjanji, bahwa tongkat Kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda. Dari suku inilah Allah menjanjikan seorang Raja yang kepemimpinan-Nya kekal dan kepada-Nya bangsa-bangsa akan berhimpun. Dalam diri Yesus, Sang Singa dari Yehuda, janji itu digenapi, bukan dengan kuasa duniawi, melainkan dengan kasih yang menyerahkan diri; bukan dengan paksaan, melainkan dengan kerahiman.
Mazmur hari ini melukiskan Raja yang kami rindukan: Raja yang menegakkan keadilan, membela orang kecil, menyelamatkan yang tertindas, dan namanya dikenang sepanjang masa. Sesungguhnya, inilah Kerajaan Yesus yang lahir bukan dari silsilah yang sempurna, melainkan dari keluarga manusia yang terluka, agar tidak ada satu pun sisi kelemahan kami yang luput dari sentuhan rahmat-Nya.
Dalam silsilah Yesus, kami menemukan orang-orang kudus dan pendosa, raja dan orang kecil, yang benar dan yang rapuh. Bahkan Daud, sang Raja besar itu, memikul kemuliaan sekaligus dosa yang berat. Tapi Allah tidak menghapus kisah-kisah itu, tapi menebusnya. Putra-Nya mengambil kemanusiaan kami apa adanya, agar luka-luka kami disembuhkan dari dalam. Inilah harapan kami: tidak ada masa lalu yang terlalu gelap bagi terang rahmat-Nya.
Allah juga memilih perempuan-perempuan yang hidupnya diwarnai luka, skandal, dan keterasingan. Tamar, Rahab, Rut, dan Batsyeba yang masing-masing dengan kisah yang rumit. Allah masukkan ke dalam garis keselamatan. Melalui mereka, Ia menyatakan, bahwa rahmat-Nya tidak dibatasi oleh kegagalan, asal-usul, atau rasa malu, tetapi mengalir kepada siapa pun yang membuka diri kepada-Nya.
Bapa, melalui Yesus Kristus, Engkau menunjukkan kesetiaan-Mu pada setiap janji. Dari Abraham, Bapa kami dalam iman, hingga Yesus, Raja yang kekal, Engkau dengan sabar menuntun sejarah menuju keselamatan. Dalam Kristus, Surga dan bumi dipersatukan: Ia mengambil kemanusiaan kami agar kami boleh ambil bagian dalam hidup Ilahi-Nya, melalui Dia, bersama Dia, dan di dalam Dia.
Menjelang perayaan kelahiran-Nya, kuatkanlah iman kami dan perbaruilah harapan kami. Ajarlah kami percaya, bahwa hidup kami yang belum sempurna ini sedang Engkau rangkai dalam rencana keselamatan-Mu. Kami serahkan masa lalu kami kepada kerahiman-Mu, masa kini kami kepada rahmat-Mu, dan masa depan kami kepada janji-Mu.
Terpujilah Engkau, ya Bapa, sebab Engkau memulihkan martabat kami, menjadikan kami sebagai anak-anak-Mu, dan mengundang kami masuk ke dalam Kerajaan-Mu yang kekal. Bentuklah kami dan generasi sesudah kami agar hidup bagi kemuliaan rencana-Mu di zaman ini dan selama-lamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

