Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jangan membangunkan singa tidur”
(Peribahasa Bangsa Kita)
Manusia itu Makhluk Unik
Manusia itu dapat digolongkan sebagai makhluk yang sangat unik. Ia unik hampir dalam segala aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya ialah aspek perbedaan karakter. Karena bukankah ada manusia yang tergolong sebagai pribadi yang periang, pemikir, serius, pemarah, pribadi jenaka, dan lain-lain.
Bukankah kenyataan-kenyataan ini merupakan sebuah keunikan yang pantas untuk tetap dihargai?
“Jangan membangunkan Singa Tidur”
Apa makna dan arti dari peribahasa ini? Singa itu adalah seekor binatang buas dan haus darah. Ia akan sangat ganas dan buas, jika diganggu. Dengan cara menerkam dan mencabik, ia segera menghabisi musuhnya.
Seekor singa, juga memiliki potensi kekuatan yang terpendam. Seekor singa itu melambangkan suatu kekuatan, keberanian, dan keagungan. Karena di dalam dirinya tersimpan energi besar.
Di sisi lain, seekor singa dapat menyumbangkan sebuah potensi konflik. Jika seekor singa tidur diganggu, hal itu bermakna, bahwa Anda sedang memancing situasi keruh.
Lewat peribahasa ini, kepada kita diajarkan agar “di dalam hidup ini, kita tidak mengusik ketenangan hidup orang lain. Alias jangan mencari masalah.”
Tulisan refleksi ini bermakna, bahwa “Anda dan saya, jangan mau mengusik ketenangan serta ketenteraman hidup orang-orang lain. Artinya jangan Anda mencari masalah.”
Seseorang yang paling pendiam akan sangat marah dan bahkan meradang, jika Anda mencoba untuk memancing amarahnya. Seketika itu juga ia akan berubah laksana seekor singa yang terusik tidurnya.
Apalagi jika dia adalah seorang pemarah. Anda dan saya dapat membayangkan, betapa brutalnya sikap seorang pemarah, jika merasa terusik kenyamanan hidupnya.
Maka, jangan sekali-kali Anda mau membangkitkan amarah di dalam diri orang lain, apalagi di dalam diri seorang pemarah.
Refleksi
“Jangan Memancing Amarah,” artinya…
- Janganlah Anda mau bermain api, jika ternyata Anda takut terbakar. Jangan pula mau berenang, jika Anda memang takut basah.
- Di sisi lain, di balik ungkapan ini, kepada manusia diajarkan agar kita senantiasa belajar untuk hidup sadar.
- Janganlah jadi pribadi pengganggu yang meresahkan kenyamanan hidup.
- Karena bukankah di dalam diri setiap manusia terdapat potensi konflik?
Siapa pun dapat berubah jadi seekor singa, jika ia diganggu!
Kediri, 16 Desember 2025

