1.
Dawai langit dipetik para Dewata
guntur petir kilat bunyikan melodi misteri
mengalun dalam rasa hati nurani menggetarkan pesona jiwa sanubari
Angin berhembus gemulai dan lincah
mengajak pepohonan rumput dan ilalang bergoyang
Samudra bergemuruh padukan suara
bergelora dalam ombak gelombang merayu pantai pasir dan karang
Entah apa reaksi setiap pribadi manusia
2.
Ketika burung-burung bernyanyi
margasatwa pun berdendang riang
Awan berderet kibaskan selendang gemulai
disoraki cahaya mentari bulan dan bintang
Angkasa bentangkan pita pelangi hiasi panorama
Siang malam terjadi tanpa henti
beraneka gaya dan irama di seluruh semesta
Entah apa tanggapan manusia
dengan pilihan dan keputusan masing-masing
Berkreasi dan berinovasi dalam roda zaman
untuk apa dan sebagai siapa
3.
Musim silih berganti di setiap tempat
mungkin seperti genre musik dan syair lagu
Wajah alam lingkungan beraneka gaya
meskipun sering dikotori beragam sampah manusia
Dan
ketika jagat raya mengobati luka
Saat semesta membersihkan sampah
Manusia menyebutnya bencana alam
Bukan musik jahat raya dan tarian semesta
Bahkan banyak suara menggugat alam
dan pribadi menghujat Sang Ilahi Pemilik semesta
4.
Manusia mempunyai selera berbeda
ada gaya musik dan tarian menurut selera
hasil kreasi dan inovasi sesuai kepentingan
Memang sungguh berbeda dengan musik alam dan tarian semesta
Rupanya manusia bisa mempunyai hukum dan bahasa sendiri
karena kecanggihan nalar pikiran
Sehingga bisa juga mengabaikan hukum alam dan bahasa semesta
Padahal,
manusia cuma bagian kecil dari alam semesta
dan tergantung mutlak pada jagat raya

