Seorang Teolog Katolik, Hans Urs Von Baltazar mengatakan, “What you are is God’s gift to you, what you become is your gift to God.” Cocok banget, mudah dipahami, dan itu betul.
Hadiah dari Tuhan kepada kita itu luar biasa. Kita dianugerahi hidup. Dengan kehidupan ini, kita bisa menjalani banyak hal.
Ada orang yang bersyukur dan menikmati hidupnya dengan damai dan tenang. Tapi ada juga orang yang hidupnya selalu gelisah dan tiada ketenangan serta kedamaian.
Ada orang yang tidak menunda dan menyelesaikan persoalan dengan cepat, tapi ada juga orang yang membiarkan persoalannya itu jadi berlarut-larut, dan makin menumpuk.
Ada orang yang mudah berdamai diri sendiri dan sesama, tapi ada juga yang menyimpan dendam itu hingga dibawa mati.
Setiap pribadi dari kita mempunyai cara unik untuk mengisi hidupnya. Tapi prinsip dasarnya semua orang itu sama, yakni ingin hidup bahagia. Hanya saja, ketika berbicara kriteria kebahagiaan, tiap pribadi itu tidak sama untuk memaknainya.
Sejatinya hadiah dari Tuhan luar biasa. Lalu apa yang harus kita berikan kepada-Nya?
- Ketaatan. Ini harus nomor satu dan melebihi segalanya (Mat 6: 33). Dari ayat ini telah banyak orang sudah membuktikannya, dan kita yang percaya serta mengimani-Nya jadi saksinya.
- Kesetiaan. Ini juga harus jadi nomor satu pula. Untuk mengisi roh hidup kita. Tuhan setia dan menyertai kita hingga akhir zaman, kita pun harus setia mengikuti-Nya.
- Percaya. Ini harus nomor satu pula dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sekali kita percaya Tuhan, jangan menyembah yang lain. Tuhan Yesus menegaskan, tidak mungkin kita menyembah dua Tuan, yaitu Tuhan dan Mamon.
- Mencintai. Ini juga harus nomor satu pula. Hal ini harus dibuktikan setiap hari dengan mempraktekkan ‘Hukum Cintakasih’ yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Lha, semua kok nomor satu?! Iya, dhonk, untuk Tuhan tidak boleh nomor dua, tiga dan selanjutnya. Untuk Tuhan harus nomor satu.
Semoga kita jadi pribadi-pribadi yang terpercaya di hadapan Tuhan dan setia menjalaninya. Tidak usah saling iri hati, Tuhan sudah memberi dengan ukuran, kemampuan, dan tanggung-jawab masing-masing (perumpamaan tentang talenta) Yang diberikan tidak sama, tapi cara untuk menjalankannya harus sama: mengelola secara maksimal dan penuh tanggung-jawab. Karena Tuhan akan menghitung semua itu, dan memberi ‘bonus kejutan’ yang berkelimpahan.
“The more you know God, the more eager you are to serve God” (Blessed Adolph Dolping).
Rm. Petrus Santoso SCJ

