Gereja memperingati perawan dan martir Santa Lusia. Ia adalah pelindung orang-orang yang menderita sakit mata dan problem penglihatan, serta penyakit pendarahan. Nama Lusia berarti terang, atau pembawa terang. Lusia pembawa terang dan yang mempertahankan terang itu hingga wafatnya, merupakan tanda yang sangat kuat untuk masa Adven.
Semua fokus perhatian kita di masa ini adalah penantian yang diisi dengan persiapan menyambut kedatangan Tuhan. Sangat sulit bagi kita untuk memikirkan keadaannya, jika semua persiapan itu terjadi di dalam kegelapan. Ketiadaan penerangan atau cahaya hanya membuat hidup ini jadi susah dan penuh dengan ketakutan. Sumber cahaya berupa listrik dan lampu adalah sangat vital bagi hidup kita, terutama pada waktu malam yang gelap.
Sejatinya yang ditunjukkan Santa Lusia juga telah dilakukan oleh nabi Elia pada zaman dahulu sebelum Yesus. Elia memiliki semangat revolusioner yang tidak dimiliki orang-orang pada zamannya. Menurut kitab Putra Sirakh, Elia tampil bagaikan api yang membakar dan menghilangkan yang tidak sejalan dengan Tuhan, dan lebih berkuasa untuk menaklukkan kegelapan.
Orang-orang Yahudi, termasuk para murid Yesus, menganggap Elia yang revolusioner itu telah menjelma di dalam diri Yohanes Pembaptis, yang juga punya karakter revolusioner. Padahal ada bersama mereka adalah Yesus Kristus, sang Pembaharu yang ulung, yang jadi Guru dan Tuhan bagi Elia, Yohanes Pembaptis dan Santa Lusia. Semua yang mereka lakukan, sebenarnya mengusung satu tema yang sama, yaitu: berubah sebelum terlambat.
Pengalaman-pengalaman kita di dunia ini menunjukkan, bahwa perubahan sebelum terlambat merupakan sebuah nasihat dan harapan yang tidak pernah ketinggalan zaman. Setiap saat dan setiap hari nasihat ini berlaku bagi semua orang. Misalnya seorang perokok berat, di mana pun ia berada, di dalam atau di luar rumah, selalu ada peringatan kepadanya untuk meninggalkan kebiasaan itu. Sebab jika suatu saat ia divonis sakit kanker paru-paru atau terserang stroke, ia sudah dianggap terlambat untuk berubah.
Dalam kaitannya dengan masa Adven ini, peringatan untuk bersiap sedia mempunyai makna juga tentang sikap tidak terlambat dalam pembaharuan diri sebelum Tuhan datang untuk disambut dan Ia hendak menyelamatkan kita.
Semoga Allah yang Maha Baik, menyegarkan dan menguatkan kami yang mengalami kesulitan dalam hidup ini agar segera menemukan jalan untuk berubah dan memperbarui diri.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

