“Maria dari Guadalupe datang bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menuntun kita lebih dekat kepada Yesus. Kasih Allah mencari hati yang sederhana.”
Hari ini kami bergembira bersama seluruh Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria dari Guadalupe. Melalui peristiwa kasih ini, Allah menyingkapkan, bahwa cinta-Nya melintasi segala batas: mencari setiap hati, terutama yang kecil dan tersisih.
Ketika Allah mengutus Maria menampakkan diri kepada Juan Diego, Ia menyelubunginya dengan warna Surga dan tanda-tanda yang dimengerti bangsanya. Melalui dirinya, Allah berbisik lembut kepada benua Amerika: “Engkau berharga di mata-Ku. Jangan takut.” Seperti dalam penglihatan Zakharia, Allah kembali berdiam di tengah umat-Nya. Bukan dalam gemuruh kuasa, melainkan dalam kelembutan kasih.
Dalam diri Maria, nyanyian Yudit jadi nyata: “Engkau kemuliaan Yerusalem, kebanggaan besar Israel.” Ia bersinar bukan untuk menarik kita kepadanya, melainkan untuk membawa kita lebih dekat kepada-Nya, yaitu Yesus, Putra Sang Terang yang menaklukkan kegelapan dan menyembuhkan bangsa-bangsa.
Tuhan, bukalah hati kami agar menerima kasih-Mu seperti Maria: dengan kerendahan hati, sukacita, dan tanpa rasa takut. Jauhkan kami dari keraguan untuk datang mendekat kepada Bunda Maria, sebab di dalam pelukannya, kami selalu diarahkan kepada-Mu.
Ketika ia berkata, “Bukankah Aku ini Ibumu?” Maka, ajarlah kami mendengar suara Surga di balik kata-kata itu. Biarlah jubahnya menutupi keraguan kami, dan kehadirannya menyalakan kembali keberanian kami untuk percaya.
Sebagaimana Engkau mengutus Zakharia, Gabriel, dan Maria membawa kabar keselamatan, kini utuslah kami juga jadi tanda kehadiran-Mu: suara yang menabur damai, wajah yang memancarkan belas kasih, tangan yang melayani, dan hati yang beriman.
Bunda Maria dari Guadalupe, Bunda Kerahiman dan Pembawa Kabar Gembira, nyalakanlah dalam diri kami api kasih yang sama, yang dahulu membakar hati bangsa-bangsa hingga mengenal Kristus. Ajarlah kami untuk mengasihi tanpa takut, melayani tanpa pamrih, dan mewartakan Yesus dengan iman yang hidup dan sukacita sejati.
Terima kasih, ya Bapa, atas karunia Bunda Maria: tempat tinggal yang sederhana bagi Sabda yang jadi manusia. Semoga teladan dan doanya meneguhkan kepercayaan kami akan janji-Mu, hingga seluruh hidup kami jadi nyanyian pujian bagi kerahiman-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

