Di mana-mana, sesaat sebelum “O Holy Night” digemakan, rekonsiliasi dengan Hyang Suci diserukan. Memaafkan sesama adalah ‘porta sancta’ dari Surga.
Puncak kekuatan iman adalah memaafkan sebagai wujud nyata cinta. Hati yang benar-benar kuat adalah hati yang tetap rela memaafkan sesama, bahkan ketika ia menyadari penuh, bahwa orang yang dimaafkan itu mungkin akan mengulangi kesalahannya lagi di masa depan. Ini adalah kekuatan untuk memilih kedamaian di atas dendam, dan memilih harapan akan kebaikan di atas keputusasaan.
Marilah kita saling memaafkan sebelum ke bilik pengakuan untuk pengampunan.
Salam sehat.
Jlitheng

