Saya baru menyelesaikan membaca buku tentang Santo Agustinus. Dia berubah berkat doa Ibunya, Santa Monika yang tiada henti.
Relasi Ibu dan anak itu makin berkembang dalam relasi doa. Cinta seorang Ibu dan anaknya itu terjalin makin erat dalam relasi doa. Kesatuan batin Ibu dan anaknya dirasakan dalam relasi doa. Kasih Ibu dan anaknya tidak pernah terpisahkan, karena relasi dalam doa yang dipanjatkan.
Itulah yang kurasakan dalam perjalanan imamatku selama ini: relasiku dengan Ibuku.
Sejak saya masuk Seminari Menengah Santo Paulus Palembang (1992) sampai sekarang sudah jadi Imam hampir 20 tahun, doa dari Ibu tidak pernah berhenti. Beliau selalu menyebut namaku dalam doa-doanya. Buah dari doa Ibu membuatku tetap setia dengan jalan panggilan imamat ini. Aku dijauhkan dari banyak godaan. Aku dikuatkan dalam setiap pergumulan. Aku juga tidak pernah merasa sendiri, ketika berada jauh dari negeri orang sebagai seorang misionaris. Sebaliknya, Ibuku tidak merasa sendiri di usia senjanya, karena ada doa yang juga selalu diucapkan oleh anaknya di tanah misi. Buktinya Ibu tidak pernah merasa kehilangan anaknya ini yang sudah dipersembahkan kepada Gereja. Ibu selalu mendapatkan kebaikan dan kemurahan hati dari banyak orang. Itulah cara Tuhan untuk mencukupkan dan membagikan berkatnya. Tuhan tahu memberi berkat untuk pribadi-pribadi yang hatinya tidak pernah jauh dari-Nya.
Ketika kita berbeban berat, Tuhan mengundang kita untuk makin mendengar sabda-Nya: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11: 28-30).
Kadang Ibu juga saya minta untuk mendoakan sahabat-sahabatku yang minta didoakan. Dengan senang hati beliau mendoakan.
Seorang Ibu dan anak, teruslah saling mendoakan, hingga memisahkan kita dari peziarahan hidup di dunia ini menuju kepada hidup yang kekal.
Tuhan memberkati.
Rm Petrus Santoso SCJ

