“Ia memberi kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya.”
Melalui Yesaya, Allah mengingatkan kami, bahwa Dia adalah Allah yang tidak pernah lelah, lesu, dan tidak pernah berhenti menopang umat-Nya. Dia memberikan kekuatan kepada yang patah hati dan memperbarui semangat mereka yang hampir menyerah.
Mazmur 103 menggemakan kebenaran yang sama: Allah penuh kasih setia, panjang sabar, dan berlimpah belas kasih. Dia tidak memperlakukan kami setimpal dengan kesalahan, melainkan mengangkat kami dari kehancuran dan memahkotai kami dengan kasih serta rahmat.
Dalam Injil, Yesus yang lemah lembut dan rendah hati mengundang kami:
“Datanglah kepada-Ku… dan Aku akan memberi kelegaan.”
Kelegaan yang bukan sekadar hilangnya masalah, melainkan ketenangan jiwa, kebahagiaan yang mendalam, dan istirahat rohani bagi hati yang letih.
Tuhan Yesus, Engkau sendiri memikul kuk ketaatan kepada Bapa. Engkau tidak menuntut apa yang tidak Engkau jalani. Engkau juga mengajar bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan hidup yang penuh kerendahan hati,
ketaatan tanpa syarat, dan penyerahan yang sempurna kepada kehendak Bapa.
Engkau mengundang kami memikul kuk-Mu, yaitu ketaatan yang penuh kasih, penyerahan diri yang membawa damai, dan kesetiaan yang memberi kelimpahan hidup. Engkau tidak berjanji untuk mengangkat semua beban, tapi berjanji untuk menguatkan kami,
menyertai, dan membuat beban itu ringan, ketika kami menjalaninya bersama-Mu.
Di masa Adven ini, bebaskan kami dari kecenderungan untuk mencari kenyamanan instan, dan dari godaan untuk menolak kuk-Mu. Ajari kami, bahwa damai bukan ditemukan dalam pelarian, tapi dalam ketaatan, dan sukacita tidak lahir dari kehendak sendiri,
melainkan dari kesatuan hati dengan-Mu.
Bunda Maria dari Loreto mengajarkan kami hal itu. Di rumah kecil Nazaret, ia berkata, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”Kerendahan hatinya menyenangkan hati-Mu, ketaatannya membuka jalan keselamatan bagi kami semua.
Bapa, tanamkan dalam diri kami
kerendahan hati seperti Maria,
ketaatan seperti Yesus, dan kesetiaan yang lahir dari pengharapan yang tak tergoncangkan. Ajarilah kami untuk memberi kepada Yesus yang Ia minta, karena di dalam memenuhi kehendak-Nya, jiwa kami menemukan kelegaan dan damai yang sejati. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

