Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Segala sesuatu yang berbusuk, tentu akan berbau.”
(Peribahasa Bangsa)
Hukum Kehidupan
Pengalaman hidup kita secara manusiawi telah membuktikan, cepat atau lambat, bahwa “segala sesuatu yang busuk itu pasti akan berbau juga.” Ya, itulah hukum kehidupan yang juga sebagai hukum alam. Karena bagaimana pun kita berusaha untuk menyembunyikannya, namun lambat laun, toh akan tercium juga bau tak sedapnya.
Mengapa demikian? Karena sesungguhnya, bukankah bau tidak sedap dari sesuatu yang telah busuk itu, justru tidak hanya tercium lewat hidung Anda, tapi juga lewat mata, telinga, dan bahkan lewat sekeping hati Anda. Hal ini, justru mau membuktikan, bahwa sungguh, betapa tajamnya intuisi kita secara manusiawi.
Segala Sesuatu dapat Membusuk dan akan Berbau
“Hal apa sajakah” yang akhirnya dapat membusuk itu? Ya, sesuatu yang dapat membusuk itu, ternyata bukan hanya buah mangga atau pepaya. Ikan atau daging. Sayur bersantan atau semangkuk kolak, namun dapat juga menyangkut “sepotong nama baik” dari seorang manusia. Hal itu dapat berupa: sikap, tindakan, perilaku, dan gaya hidup seorang manusia. Jadi, semua ekspresi lewat sikap hidup itu dapat berbau, jika Anda menantang kemanusiaan atau bersikap tidak jujur.
“Harimau mati, meninggalkan belang. Gajah mati, meninggalkan gading. Manusia mati, meninggalkan sepotong nama,” demikian sebuah pesan lewat peribahasa dari leluhur kita.
Hal ini mau memaknakan, bahwa sungguh, amatlah penting, jika Anda mampu mewarisi “sebuah nama baik.” Sehingga nama Anda tetaplah harum alias tidak berbau.
Nama Baik itu Segalanya
Sungguh sangatlah penting, jika di dalam hidup ini, Anda mampu untuk bersikap dan bertindak dengan baik: jujur, tulus, setia, bertanggung jawab, konsisten, dan berintegritas. Itulah sejumlah mutiara hidup yang mutlak perlu dimiliki, agar kita terhindar dari “kebusukan hidup.”
Jadilah Sesosok Pribadi yang Baik dan Benar
Refleksi
Seperti sikap seorang Ayah menjelang wafatnya. Ia membisikkan kata-kata emas ini ke telinga putranya.
- “Aku tidak warisi batu permata indah buatmu, tapi kutitip sebuah kunci hidup!”
- “Jadilah sesosok pribadi yang selalu bersikap baik dan benar!”
Kediri, 10 Desember 2025

