“Jangan putus asa, tapi timbalah kekuatan dari jalan salib Yesus ke Golgota agar jiwa ini disegarkan oleh kasih-Nya.” -Mas Redjo
Setiap kali jiwa ini merasa lelah, letih, dan lesu. Saya bergegas untuk menimba semangat jalan salib Yesus.
Dengan bermeditasi dan berefleksi, berangsur-angsur kekuatan saya dipulihkan-Nya kembali.
Dengan membaca Kitab Suci, saya mengenal Tuhan untuk makin dekat dan akrab serta belajar memahami rencana-Nya atas hidup ini.
Dengan menerima Ekaristi Kudus, jiwa ini tidak lapar dan haus lagi. Tapi senantiasa disegarkan-Nya.
“Mengapa kita mudah mengeluh, berputus asa, dan menyerah?”
Dalam permenungan itu, mata hati saya tidak hanya disentuh, tapi dicelekkan-Nya. Disegarkan dan dikobarkan-Nya!
Ketika jiwa ini merasa mudah lelah, letih, dan lesu itu ternyata semua itu berasal dari si Jahat. Kita diajaknya bermalasan-malasan dan dinina-bobokan dalam kenyamanan semu agar kita lupa tujuan dan memaknai hidup ini.
Orang yang berputus asa, apalagi menyerah kalah itu sesungguhnya pikirannya sempit, pendek, dan ia telah kehilangan imannya!
Orang yang beriman itu jadi kuat, karena dihidupi dengan semangat doa untuk berusaha dan berjuang guna mewujudkan harapan dan cita-cita itu jadi nyata.
Benteng pertahanan orang beriman adalah kasih Yesus. Ketika disalib, Yesus mendoakan mereka yang memusuhi dan menyalibkan-Nya.
Semangat mengasihi itu harus dimiliki oleh para murid-Nya. Ikhlas hati untuk melepas tanpa merasa kehilangan.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

