“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (Mat 9: 36).
Ketika Yesus berkeliling ke kota-kota dan desa-desa, Ia melihat banyak orang yang menderita secara fisik maupun batin, yang digambarkan seperti ‘domba yang tidak bergembala’ dan tersesat, karena tidak ada yang menuntun mereka pada kebenaran. Melihat kondisi umat-Nya, Yesus tidak tinggal diam. Hati-nya tergerak oleh belas kasihan. Ia mengajar, menyembuhkan, dan memulihkan mereka.
Sebagai pengikut Kristus, kita juga diharapkan memiliki sikap seperti Yesus yang penuh belas kasih. Saat ini, kita dapat melihat dan menjumpai orang-orang yang mengalami kelelahan secara batin, bahkan kehilangan arah. Mereka butuh kasih dan pengharapan. Sehingga sudah jadi tugas kita untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan kehadiran, perhatian, dan doa-doa kita.
Jadi saluran kasih Kristus adalah tugas dan tanggung jawab kita. Untuk menjalankan tugas ini, kita membutuhkan rahmat Tuhan agar mampu menatap orang lain dengan belas kasih tanpa menghakimi.
Apakah Anda bersedia jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk hadir dan menolong sesama?
Sr. M. Odilia, P. Karm
Sabtu, 06 Desember 2025
Yes 30: 19-21.23-26 Mzm 147: 1-6; Mat 9: 35-10:1.6-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

