“Tanpa doa, segala pekerjaan akan runtuh. Dengan doa, kekuatan-Mu mengalir, bahkan melalui bejana yang paling rapuh.”
Melalui Yesaya, kami mendengar janji Allah nan lembut: Allah mendengar tangisan umat-Nya; Ia menjawab dengan belas kasih. Ia memberi hujan bagi benih, roti untuk menguatkan, dan terang yang menyembuhkan: terang yang lebih cemerlang daripada matahari. Ajakan-Nya menuntun jiwa, “Inilah jalannya, ikutilah.”
Pemazmur memantulkan kehangatan hati Allah: Ia membangun kembali, mengumpulkan yang tercerai, menyembuhkan yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka.
Dalam janji ini kami mengenali inti Injil: Kerajaan Surga bukan sesuatu yang jauh, melainkan telah hadir di tengah kita. Itulah kabar yang Yesus perintahkan untuk diwartakan. Karya keselamatan-Nya yang masih terus berlangsung … sampai hari ini… lewat kami.
Ya, Bapa, Engkau mengingatkan kami, bahwa panggilan jadi “pekerja bagi panenan-Mu” tidak pernah berkurang. Panenan itu tetap melimpah, dan Engkau terus memanggil dan mengutus kami bukan seorang diri, melainkan bersama saudara-saudari sekomunitas dalam satu misi.
Engkau juga mengajar, bahwa karya pewartaan itu tidak bertumpu pada kemampuan kami, strategi kami, atau jumlah kami. Dasarnya adalah doa. Berdoa yang dihidupi lewat aksi nyata pelayanan dan setia. Karena tanpa doa, segala pekerjaan akan runtuh. Dengan doa, kekuatan-Mu mengalir, bahkan melalui bejana yang paling rapuh.
Engkau juga menegaskan, bahwa evangelisasi bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dan terlebih lagi adalah kesaksian hidup: keindahan moral, kebaikan hati, kesabaran, dan kasih. Itulah pewartaan yang paling kuat.
Engkau bekerja melalui tindakan kecil yang penuh kesetiaan. Maka ajarlah kami bertanya dalam setiap perjumpaan:
“Apa kerinduan terdalam jiwa orang ini?”
“Bagaimana aku bisa melayani Kerajaan-Mu di sini?”
“Apa tanda belas kasih-Mu yang harus aku hadirkan?”
Yesus mengutus kami seperti Ia mengutus para Rasul, bukan karena kami kuat, melainkan karena kuasa-Mu jadi sempurna dalam kelemahan kami. Dengan berani kami berseru bersama Paulus: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan.”
Ya, Bapa yang Maha Rahim, jadikanlah kami tanda, bahwa Kerajaan-Mu sedang menyeruak masuk di dunia dan di hidup kami.
Ubah air mata umat-Mu jadi sukacita, luka mereka jadi pemulihan, dan kegelapan mereka jadi fajar baru.
Biarlah hidup kami jadi kesaksian tentang kasih-Mu yang menyelamatkan. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

