1.
Mengapa terjadi bencana di negeri ini?
Banjir longsor dasyat melanda
merenggut korban jiwa rakyat sahaja
menghancurkan harta dan kampung halaman
Derita lara yang tak mampu dibendung
datang sekonyong tak terduga
Apakah ini karena musim pancaroba
Dari manakah kayu gelondongan serta lumpur dan sampah pabrik
Jawaban penuh galau diterima anak bangsa
dari para pejabat rakus dan politisi busuk
juga dari para pebisnis tamak
Ada banyak yang diam menghilang
Ada yang tampil dermawan di sosial media
Ada yang saling mempersalahkan dan mencuci tangan
Sementara para korban terus menjerit lara
karena duka derita dijawab kata dan tanya
2.
Ini salah dan dosa siapa?
Ada ribuan hektar hutan dibabat
entah untuk lahan perkebunan
entah membalak kayunya sebelum pertambangan
entah demi pemukiman modern dan kawasan industri
Rakyat kecil banyak tak tahu
bahkan banyak yang tergusur atau direnggut nyawanya
Ini demi proyek nasional dan kesejahteraan bangsa
Ini demi investasi dan pembangunan nasional
Ini demi penciptaan lapangan kerja serta kejayaan NKRI
Bencana kemanusiaan di bangsa ini
seperti lingkaran setan tanpa ujung
Masalah diselesaikan dengan angka dan kata
berderet persoalan ditutupi persoalan baru
Entah sampai kapan sadar dan adilnya?
3.
Apakah bernafas dan makan minum dijamin sarana digital?
Korban erupsi gunung Lewotobi masih bergulat
karena erupsi belum usai beraksi
Datang lagi gugatan Semeru dan Merapi
Nasib warga korban banjir bandang di Nagekeo sedang berbenah
Banjir dan longsor di berbagai daerah terus terjadi
Sumatera kaget diterjang banjir dasyat
lara derita rakyat korban menjerit galau
Jawaban yang terjadi ramai di sosial media
sepertinya kebutuhan korban dijamin sarana digital
Jiwa korban yang hilang melayang seolah bisa dikembalikan kecanggihan iptek
Nafas hidup masyarakat sederhana diasup dengan diplomasi dan pernyataan politik
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
4.
Masihkah manusia hidup membutuhkan alam semesta?
Ketika bencana alam terjadi di seluruh negeri
Para perusak alam lingkungan diam
bahkan banyak yang menghindar sambil berpesta pora
Ada pejabat yang lantang berargumen
Ini terjadi karena musim pancaroba
Bencana banjir yang dasyat terjadi
jelas menggugat para perusak hutan dan pelaku tambang
karena diberi jaminan aturan oleh pejabat
Entah demi investasi dan pembangunan bangsa
Entah demi proyek strategis nasional
Entah untuk peningkatan kesejahteraan rakyat
Tetapi faktanya sungguh berbeda
kenyataannya korupsi jadi kebanggaan dan budaya pelaku
Dan semua memperpanjang lara derita rakyat
Bencana menggugat hakikat pribadi manusia
Bencana membuka aib para pelaku kejahatan di negeri ini

