Ada cerita, bahwa dua pasangan suami istri memiliki kebutuhan yang sama, yaitu ingin memiliki anak lelaki. Mereka adalah teman sejati sejak remaja. Setelah menikah, mereka tetap berteman akrab. Kedua istri tersebut melahirkan dua anak perempuan. Mereka juga bersama-sama ingin anak ketiganya laki-laki.
Ada usulan dari teman-teman mereka supaya masing-masing pasangan pergi berziarah rohani. Ada sebuah gua Bunda Maria yang sangat terkenal dengan mujizat-mujizat bagi para devosannya. Kedua pasangan itu pergi berziarah ke situ. Di sana mereka berdoa dengan tekun dan memohon berkali-kali bantuan melalui Bunda, supaya Tuhan mengaruniakan mereka anak laki-laki. Lilin yang mereka nyalakan tidak pernah mati. Lilin harus tetap bernyala.
Beberapa bulan setelah berziarah, datanglah kabar baik yaitu salah satu istri hamil. Sedangkan istri pasangan yang satunya belum hamil. Kemudian kabar baik semakin kencang datang yaitu, bahwa bayi dalam kandungan adalah laki-laki. Tapi pasangan yang istrinya belum hamil itu jadi penasaran dan cenderung cemas, bahkan kecewa. Mereka datang ke teman pasangannya untuk berbagi perasaannya.
Di dalam penasaran dan kecemasan, mereka ingin tahu sharing pengalaman teman pasangan yang sedang menantikan kelahiran buah hati. Ibu yang mengandung itu bercerita, bahwa setiap kali lilin yang dibakar dan dinyalakan, suami-istri selalu menyebutkan isi doa ini: “Terjadilah seturut kehendak Tuhan.” Mereka mengulang kata-kata itu dengan tiada lelahnya. Mereka juga tekun membaca firman Tuhan.
Ungkapan doa seperti ini merupakan tanda ketaatan dan kepasrahan iman kita. Ini adalah doa Bunda Maria saat ia menerima kabar suka cita Surga untuk jadi Bunda Allah. Kemudian umat beriman di dalam Gereja memakainya untuk berbagai kepentingan dalam mengungkapkan iman mereka.
Setiap orang yang berdoa seperti ini memiliki harapan, bahwa doanya tidak bertepuk sebelah tangan. Mereka sangat berharap Tuhan mendengarkan dan mengabulkannya.
Sungguh, Tuhan memberi jawaban untuk menolong orang-orang yang sangat membutuhkan terjadinya kehendak-Nya itu. Di dalam Injil, Tuhan Yesus menjawab doa dua orang buta yang sangat ingin melihat, kata-Nya: “Terjadilah padamu menurut imanmu.”
Tuhan Allah juga menjawab dalam bentuk tindakan pemulihan dan penyembuhan atas orang-orang yang sakit, cacat, dan menderita seperti yang diwartakan oleh kitab Yesaya, yakni hendaknya kita selalu memakai doa ketaatan dan kepasrahan ini.
“Ya, Yesus, dengarkanlah doa-doa kami yang memohon terjadinya kehendak Bapa atas kami, khususnya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan kami… Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

