Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan, matahari sudah tenggelam dan aku pun sudah capai, kini aku mau tidur.”
(Kejujuran adalah Buah dari Iman Sejati)
Kepolosan Anak Kecil: Simbol dari Kejujuran
Sungguh, tidak ada yang melebihi kejernihan sepasang biji mata dan gerak-gerik bola mata dari seorang anak kecil. Betapa indahnya mata seorang anak kecil. Itulah simbol dari ketulusan, kejujuran, dan kepolosannya.
Hadiah Setetes Air Mata
Di suatu saat, Tuhan mengirimkan Malaikat-malaikat kecil untuk turun ke bumi. Kepada mereka masing-masing ditugaskan untuk mencari dan membawa sebuah hadiah terindah yang akan dipersembahkan kepada Tuhan.
Para Malaikat manis bersayap mungil itu turun beramai-ramai ke atas bumi. Sesampai di bumi, mereka berpencar, masing-masing sesuai dengan keinginannya sendiri.
Mereka segera kembali ke Surga sambil menenteng sebuah hadiah terindah. Tapi, tampak seorang Malaikat kecil yang selalu mengatupkan kedua belah tangannya ke dada. Tampaknya tidak membawa hadiah.
Mereka masing-masing tampil dengan sikap percaya diri untuk menyerahkan hadiah terindah itu. Tibalah giliran Malaikat kecil yang tangannya selalu dikatubkan di dada.
“Tuhan, (sambil membuka kedua belah tangannya) inilah hadiah dari saya. Setetes air mata duka yang kuambil dari pipi seorang Ibu tua.”
Jawab Tuhan, “Anak-Ku, pemberianmu ini adalah hadiah terindah bagi-Ku.”
Tampaklah mata indah Malaikat kecil itu pun berkaca-kaca.
Sesampainya di pembaringannya, Malaikat kecil itu berdoa dan bersyukur atas karunia berupa setetes air mata dari pipi duka seorang Ibu tua di bumi.
“Tuhan, terima kasih atas pujian-Mu untukku. Aku merasa sangat malu, ketika aku dipuji tadi, Amin.”
Lalu Malaikat kecil itu melanjutkan doanya, “Tapi Tuhan, tolong dengarkan juga isi doa malam dari seorang anak kecil di bumi sana. Saat ini ia sudah merasa sangat capai dan ia mau tidur.”
(Dari Berbagai Sumber)
Doa Seorang Anak Kecil
Tuhan tahu, apa saja yang telah kita lakukan dalam hidup ini. Benar atau salah, baik atau jahat, tulus atau munafik, dan semuanya diketahui-Nya sebelum kita membuka mulut untuk berdoa malam.
Sesungguhnya Tuhan hanya menginginkan sebuah doa yang tulus, jujur, dan polos yang mengalir dari sekeping hati yang jujur pula.
Maka, cermatilah kepolosan doa dari seorang anak kecil itu. Bukankah ia hanya mengungkapkan, bahwa hari sudah senja dan ia capai, maka dia mau tidur? Hanya hal-hal itu yang diungkapkannya, karena sesuai dengan realitas yang dialami dan dirasakannya.
Jadilah seperti Anak Kecil
Tuhan telah memberikan sebuah contoh, bagaimana pentingnya sikap polos laksana seorang anak kecil. Sikap anak kecil yang merasa tidak berdaya dan bergantung kepada Tuhan. Itulah sikap kepolosan.
Refleksi
Dalam konteks ini, hendaklah kita bersikap jujur dan terbuka untuk rela dan mau belajar, bagaimana cara berdoa yang benar seperti cara berdoa seorang anak kecil.
“Nosce te Ipsum”
(Kenalilah dirimu sendiri).
Kediri, 5 Desember 2025

