Calon Mantu โ 2 | Oleh Mas Redjo
Saya tidak menyinggung lagi soal Bagas, jika berbincang dengan Wen. Saya juga mulai meragu dalam menilai En, meski tempo hari saat saya menceritakan soal Bagas, Wen menanggapi dengan antusias. Bisa jadi, Wen sekadar menyenangkan mitra bisnisnya.
Anehnya, dua hari tidak ngobrol dengan Wen, hati ini merindu. Saya ingin menarik kata-kata tentang permintaan itu pada Wen, tapi saya tidak bisa melakukan. Haruskah saya memintanya untuk melupakan kekhilafan saya?
Ketika saya menceritakan masalah Wen pada istri, In cengar cengir. Tidak reaktif, mengomentari, apalagi menatapku penuh curiga. Senyum itu yang membuat saya jadi salah tingkah.
Sila baca di CALON MANTU – 2 | Istri Sepakat Soal Calon Mantu

