Banyak negara di Asia sangat spesial di hati Santo Fransiskus Xaverius, dan sebaliknya Santo Fransiskus Xaverius sungguh spesial di hati mereka. Dalam kenyataannya, Gereja Katolik tidak mempunyai banyak anggota. Alasannya, selain pembaptisan bayi yang tidak banyak, juga sulitnya mendapatkan Katekumen baru. Sekularisme cukup kuat membentuk pandangan, bahwa memeluk agama bukan pilihan yang penting saat ini.
Kita juga tidak bisa menyangkal Sejarah Gereja tentang adanya Gereja Katolik di Asia, karena misionaris Katolik yang datang dari Barat, khususnya Eropa. Hal ini merupakan buah karya Roh Kudus. Karena itu di seluruh pelosok benua di bumi ini institusi Gereja hadir. Santo Fransiskus Xaverius, Imam Yesuit dari Eropa dalam abad ke-15, jadi perintis misi Gereja di wilayah Timur bumi ini. Ia menginjili India, Cina, Jepang, Asia Tenggara termasuk bumi Indonesia. Ia yang dipenuhi Roh Kudus, membuat orang-orang dari bangsa lain juga dipenuhi Roh Tuhan yang sama.
Perjuangan dan kerja keras para misionaris seperti yang dilakukan Santo Fransiskus Xaverius itu sungguh menandakan kehendak Tuhan agar semua manusia dan dunia ini diselamatkan serta dapat masuk Surga. Tapi hal ini bukan sesuatu yang otomatis. Dosa asal dan semua kelemahan duniawi membuat kita tidak bisa otomatis mencapai yang diinginkan, yaitu kesempurnaan. Itulah alasan dasar, kita memerlukan segala persiapan untuk masuk Surga.
Salah satu bukti kuat, bahwa kita tidak membeli Surga ialah Kerajaan Allah harus berdiri di dalam dunia ini, yaitu Yesus Kristus dan karya perutusan-Nya, lalu membawa kita ke Surga. Tugas Kerajaan Allah ialah menyembuhkan yang sakit, memulihkan yang menderita, menegakkan kebenaran dan keadilan yang tertindas, serta menobatkan yang berdosa. Jelas, bahwa tidak ada unsur membeli dengan barang atau materi. Kita justru dibela, diuntungkan, diberi kemudahan, dan dipersiapkan supaya saat nanti masuk ke Surga kita sudah dalam keadaan pantas.
Setiap kali menghadiri Misa Kudus, momen sebelum menerima Komuni Suci kita semua membuat satu persiapan, yaitu dengan berseru dalam sukacita dan syukur: “Ya, Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya, tapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.”
Seruan singkat ini menegaskan, bahwa kita tidak membeli Surga. Kita perlu iman yang tulus dan besar akan penyelenggaraan Tuhan. Kita tunjukkan hal itu dengan rela menerima kehadiran Kerajaan Allah yang selalu membaharui kita.
Setiap kali menyerukan kata-kata itu, ingat dan sebutkan juga semua kesulitan, kelemahan, penderitaan dan kesusahan diri ini dan keluarga kita. Biarlah Kerajaan Allah yang memulihkan semua itu.
Ya, Tuhan, datanglah kerajaan-Mu dan pulihkanlah setiap kelemahan hidup kami. Amin.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

