1.
Halaman kalender memotret kreasi
Manusia penjarakan derap waktu
dalam angka dan kata
Karena yakin akan akal nalarnya
bisa merangkul siang malam dengan bahasa
seperti sudah pasti mampu menghitung jumlah rambut
Lalu
misteri pengalaman
terus diikat dan disiksa
dalam kepicikan selera dan kerdilnya pikiran
Bahasa tak pernah mampu merangkul pengalaman, fakta dan kenyataan apa adanya
Apalagi hanya angka dan kata
seperti debu di hadapan angin
2.
Dalam lembaran setahun kalender
Desember adalah langkah akhir bulan
untuk nanti memulai lagi hitungan dari tahun yang baru
Sedangkan ruang dan waktu berbeda
terus dinamis ada dan terjadi
Bukan karena kata dan angka
dari keyakinan tradisi bahasa dan nalar manusia
Aku berpikir menghitung langkah Desember
padahal telapak kakiku yang berjalan
dan tinggalkan jejak pada memori
Entah dalam ingatan kelanaku
atau catatan kisah sesama
Entah pada potret mentari atau rekaman bumi
3.
Setiap orang membuat langkah kelana
Ada yang menghitung jejak telapaknya
tetapi banyak yang yang jalani apa adanya
Karena hidup bukan untuk menjumlahkan angka
Karena pengalaman bukan untuk menuliskan cerita
Karena hakikat pribadi bukanlah rumusan bahasa
Detik menit jam waktu
nama hari minggu bulan tahun
Hanyalah kata dan angka bahasa
kreasi peradaban ciptaan manusia
Untuk menjawab keterbatasan diri
Untuk membuat kepastian dalam misteri
sebagai kebenaran yang pasti abadi
4.
Dalam 31 hari di bulan Desember
Belum ada yang mampu menghitung jumlah jejak langkahnya
Sudah berpikir mengembara ke mana saja
Atau catatan tentang sudah melakukan apa dan jadi siapa
Mungkin hanya bisa menuliskan
sudah bertemu siapa dan ke mana saja pergi
untuk melakukan kegiatan apa saja
Kita manusia ingin tahu semuanya
dan mampu melakukan segalanya
Padahal kemampuan pikiran terbatas
dibanding ruang dan waktu tanpa batas
dan isi semesta yang sangat kaya

