Kita diundang untuk datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, yakni dengan hati yang sederhana seperti anak kecil. Anak-anak yang memiliki rasa kagum, kepercayaan, dan ketulusan itu memungkinkan mereka menerima pengajaran dengan hati yang murni dan tanpa prasangka.
Yesus memanggil kita semua untuk mendekati-Nya dengan iman yang sederhana, bebas dari kesombongan dan prasangka.
Misteri Kerajaan Allah sering kali tersembunyi dari orang-orang yang bijaksana dan berpengetahuan, yakni mereka yang hanya mengandalkan pemahaman dan intelektualitas mereka sendiri. Sebaliknya, Allah menyatakan misteri-misteri ini kepada mereka yang rendah hati dan terbuka untuk menerimanya dengan iman dan kepercayaan.
Kebanyakan orang cerdik pandai memandang hidup dan masa depan dengan mengandalkan rancangan dan kalkulasinya. Hal ini tidak sepenuhnya keliru, karena manusia memang dikaruniai akal budi yang sepantasnya digunakan dengan maksimal untuk menyikapi hidup dan peristiwa. Manusia jatuh dalam kesombongan, ketika Allah dan kehendak-Nya seperti tidak mempunyai pengaruh dan tidak masuk hitungan. Bila hal itu yang terjadi, baiklah masa Adven ini jadi pengingat bagi kita untuk kembali mengandalkan Allah sebagai pusat hidup.
“Tuhan, mampukan kami melihat diri dan hidup kami dalam tuntunan dan penyelenggaraan-Mu. Amin.”
…
Ziarah Batin

