Di hadapan cermin kehidupan, aku tatap setiap kerutan di wajahku. Dalam kerendahan hati, aku memaknainya bukan sebagai tanda rapuh, melainkan sebagai sebuah peta suci yang terukir indah oleh tangan-Mu.
Setiap garis adalah babak perjuangan, setiap lipatan adalah doa yang terbisik dalam diam, setiap lekukan adalah kesabaran yang Engkau anugerahkan di tengah badai kehidupan. Kerut-kerut itu adalah saksi bisu dari air mata yang terhapus, tawa yang bergema, dan langkah-langkah tegar yang aku ayunkan, semuanya karena bimbingan-Mu.
Ajarilah aku, ya Tuhan, untuk melihat lebih dari sekadar raga yang menua. Bantulah aku untuk membaca kisah-kisah penuh makna yang tersimpan di balik setiap kerutan, agar aku dapat belajar dari ketabahanku dan menguatkan imanku pada-Mu
Semoga wajah yang berkerut ini jadi pengingat lembut bagi kami semua yang sudah menua, bahwa hidup adalah sebuah perjalanan rohani yang berharga, di mana setiap pengalaman, baik suka maupun duka, mendekatkan kami kepada-Mu dan mengajarkan kami arti kasih dan welas asih yang sejati. Amin.
Salam sehat.
Jlitheng

