“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Luk 10: 21).
Tuhan menghendaki kita untuk hidup bahagia, damai, dan penuh sukacita. Hanya dalam Tuhan kita menemukan kebahagiaan, damai, dan sukacita yang sejati.
St Agustinus mengatakan, “Gelisahlah hati kita sebelum dapat beristirahat di dalam Tuhan.”
Dalam Injil, Tuhan mengajak kita untuk jadi seperti ‘anak kecil’, yang secara alami memiliki pola pikir penuh kepercayaan akan kasih dan perlindungan orangtuanya, taat dan pasrah kepada lingkungan dan situasi yang terjadi.
Dengan memilki sikap anak kecil, kita dapat menemukan Allah Sang Kebahagiaan Sejati. Namun yang sering terjadi adalah kita sibuk mencari kepuasan diri, kenikmatan duniawi, dan mementingkan diri sendiri. Tuhan mengingatkan kita, bahwa semua itu tidak akan membawa pada kedamaian hati dan kebahagiaan yang sejati. Kita baru sungguh mengalaminya, ketika kita siap untuk ‘settle down & center down’ di dalam Tuhan, seperti layaknya seorang anak kecil: membangun sikap percaya kepada Tuhan, ajaran dan perintah Gereja, dan kepasrahan total pada kehendak Allah.
Sr. Mathea, P. Karm
Selasa, 02 Desember 2025
Yes 11: 1-10 Mzm 72: 2.7-8.12-13.17 Luk 10: 21-24
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

