“Mempunyai rekening bank itu biasa. Asuransi kesehatan atau jiwa itu juga biasa. Tapi yang luar biasa itu, jika kita mempunyai asuransi iman.” -Mas Redjo
Rekening bank, asuransi kesehatan atau jiwa itu membuat kita merasa tenang dan aman. Sedang asuransi iman, hidup kita dijamin selamat dan bahagia.
Dengan mempunyai rekening bank, kita jadi tenang. Uang aman dari pencurian atau kebakaran rumah. Kita juga memperoleh bunga bank. Uang jadi produktif, berbunga, dan beranak pinak.
Begitu pula dengan asuransi kesehatan atau jiwa, kita jadi tenang dan aman terlindungi dalam melakukan aktivitas keseharian, baik di dalam maupun luar rumah. Dengan membayar sejumlah uang premi bulanan secara rutin, kita memperoleh asuransi sakit dan kematian.
Berbeda, bahkan ibarat bumi dan langit, antara menabung, asuransi kesehatan atau jiwa dibandingkan dengan asuransi iman.
Menabung itu menyimpan uang. Asuransi kesehatan atau jiwa itu dengan membayar uang premi guna menanggung biaya sakit dan kematian. Tapi asuransi iman? Kita memperoleh jaminan hidup selamat dan bahagia, baik di dunia maupun akherat.
Sejatinya, asuransi iman itu adalah ungkapan kepercayaan kita kepada Allah yang diwujudnyatakan lewat jalan kasih keseharian hidup kita, yaitu mengasihi sesama ikhlas hati.
Untuk menguatkan fondasi iman, di antaranya kita melakukan dengan bermeditasi, membaca Kitab Suci, Adorasi, dan Ekaristi Kudus. Hidup kita untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Karena iman tanpa perbuatan itu hakikatnya mati! (Yakobus 2: 17).
Mas Redjo

