“Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga” (Mat 8: 11).
Di satu sisi ucapan Yesus ini jadi penghiburan, tapi di sisi lain jadi peringatan bagi kita. Penghiburan karena kita, yang bukan keturunan bangsa perjanjian, berkat Yesus Kristus telah diangkat jadi anak-anak Allah, dan diberikan janji untuk hidup kekal. Pasti hal ini jadi sumber sukacita bagi kita. Namun, hal ini juga jadi peringatan, karena jika kita tidak waspada, ‘anak kerajaan akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap’ (Ay. 12).
Meski kita telah diangkat jadi anak Allah, masih ada kemungkinan kita akan binasa, jika segala tindakan kita tidak sesuai dengan kodrat sebagai anak-anak Allah. Sehingga kita harus belajar dari perwira Romawi, yang dicap sebagai orang kafir, tapi memiliki iman yang besar, meski belum percaya Yesus sebagai Tuhan. Dia hanya meyakini Yesus sebagai manusia sama seperti dia, tapi memiliki kuasa Allah. Karena itu yang Yesus perintahkan pasti akan terjadi.
Iman perwira itu membuahkan hasil. Dia jadi orang yang berbahagia. Walaupun belum melihat, tapi berani percaya kepada Yesus. Akhirnya, segala yang dijanjikan Allah tergenapi dalam dirinya.
Sr. M. Chiara, P. Karm
Senin, 01 Desember 2025
Yes 2:1-5 atau Yes 4:2-6 Mzm 122:1-9 Mat 8:5-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

