1.
Deru gemuruh mesin modernisasi
melumat suara nurani komunitas di pelosok negeri
terjadi dan makin menjadi-jadi
Dasyatnya bisa energi digitalisasi
menikam dan merobek sanubari jiwa
anak generasi pewaris bangsa
Tak peduli kasta dan lapar dahaga pribadinya
Banyak yang terbungkam dan diam dalam lara derita
Banyak lagi meregang nyawa merana tak berdaya
Hutan rimba gundul terbabat hilang
Kisah cerita adat budaya sirna
Demi angka-angka dibalut kata sakral
Entah pembangunan atau keadilan dan kesejahteraan
Entah berjudul demi harkat dan martabat sejati
di mana makna kata tak sesuai kenyataan
Tarian debu kepalsuan beterbangan
menutup mata dan wajah
2.
Perang zaman ini makin unik
Bukan saja dengan drone senjata
yang dikendalikan sarana digital
Bukan dengan racun narkoba yang sediakan surga selera
Tetapi…
dengan data dan kesaktian sihir algoritma
pada kebodohan diri dan selera pribadi
yang belum tentu dikenal sosok wajahnya
Ritual sakral dalam adat budaya
seolah suara kosong tanpa energi Ilahi
karena adat budaya tinggal puing dan serpihan
Doa dan ibadah suci agama
sepertinya makin mudah dijinakkan dengan negosiasi dan angka uang
Dari pelosok terpencil hingga metropolitan dengan gemerlap gedung mewah menjulang
3.
Puing-puing budaya lokal
Berserakan di halaman galau para tetua
Berdebu dan berlumut dalam kepapaan orang dewasa
Sedangkan generasi muda pewaris adat budaya lokal
ditaburi silau gemerlap kebimbangan zaman
antara meneruskan tradisi atau berburu masa depan
Dan
Para cendekia dibius pikiran dan kreasi akalnya
oleh perangkap racun budaya luar
untuk jadi sosok asing di tanah lahirnya
Bahkan menganggap kuno dan jijik pada warisan adat budaya asalnya
Karena jiwa raganya sudah dicuci modernisasi iptek canggih
4.
Roda zaman terus berputar
menggilas jiwa raga yang terasing
antara samudra informasi iptek
dan memoar kelabu tradisi
yang penuh debu dan berlumut
Adat budaya terus menggeliat galau
antara masa lalu, hari ini dan esok
Setiap orang bebas memilih lakon untuk bermain di panggung sandiwara
Hidup adalah pilihan jadi apa dan siapa
Namun,
fakta zaman mencatat kenyataan
Budaya lokal banyak yang terkulai rapuh dan sirna
jadi puing dan serpihan terbuang
bersama jutaan pribadi yang lara tak berdaya

