“Berjaga-jaga dan waspadalah!” Kalimat ini sering kita dengar dalam bacaan liturgi akhir tahun. Adalah agar kita yang mendengarkannya itu introspeksi diri dan evaluasi hidup serta merencanakan kehidupan selanjutnya dengan baik. Masa Adven yang kita mulai hari ini merupakan rangkaian perjalanan rohani Gereja dalam kesatuan tujuan untuk melihat hubungan dengan sesama, baik dalam komunitas maupun dalam keluarga.
Kita dapat menjadikan ketiga pribadi Keluarga Kudus Nazaret, yaitu Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yosef sebagai pedoman dalam kebersamaan hidup berkomunitas dan berkeluarga yang didasari oleh cinta kasih yang mempersatukan. Kebersamaan Keluarga Kudus Nazaret tentu diwarnai keadaan, sebagaimana kenyataan yang kita alami dewasa ini, yaitu penuh hambatan dan tantangan. Tapi Keluarga Kudus Nazaret ini terus maju menjalani hidup. Tetap menyadari keterbatasan dan rendah hati, saling mengampuni serta menjalani pertobatan yang menuntun hidup dalam pemurnian. Hidup mereka berpusat pada Yesus.
Kita diminta untuk selalu berupaya menyalakan terang dalam kegelapan jalan hidup kita. Meskipun kita menyadari diri sebagai sosok yang kurang dan lemah, kita harus terus berupaya untuk hidup dalam kelimpahan dan kekuatan rahmat Allah. Selalu berharap adalah kunci yang harus dipahami dan dihayati. Terang dan harapan bagi kita umat beriman adalah Yesus.
Yesaya meyakinkan kita, bahwa Yesus adalah jalan keselamatan hidup kita. Berjalan bersama Dia jadi panggilan hidup kita. Berkat Dia, keselamatan kita makin mendekat.
Marilah kita senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Kita tidak terlena dalam perbuatan salah dan dosa. Mari berlomba berbuat kasih dan hidup dalam doa serta sabda-Nya. Kesiapsiagaan kita menyongsong kelahiran-Nya adalah peluang bagi keselamatan kita.
“Ya, Yesus, bersama Bunda Maria dan Bapa Yosef, sertailah kami dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Natal, kelahiran-Mu dalam hati kami yang penuh dosa. Amin.”
Ziarah Batin

