1.
Jerit tangis menghentak di pelosok negeri
Duka lara merebak di mana-mana
Karena bencana alam datang menimpa
serpihan doa sayup terdengar
“Ya, Allah Pencipta semesta alam
Apa salah dan dosa kami
Bencana datang mengujam ganas
Lumpur dan banjir seperti buta matanya
tak tahu bedakan wajah dan pangkat
Harta benda hancur lebur
Banyak korban terluka menderita
Ada juga yang meregang nyawa
Tolong hidup kami yang terlunta
Mengapa harus kami yang tertimpa bencana
Di manakah adil-Mu Sang Maha Bijaksana?”
2.
Musim terjadi silih berganti
Bencana alam pun datang beragam wajah
Gunung api marah dan mengamuk
Banjir longsor datang tak terduga
Ombak gelombang menerjang tak disangka
Angin topan dan badai bergelora
hancurkan bangunan dan pemukiman
Orang-orang saling mempersalahkan
Banyak yang bergelimang harta
dengan korupsi dan kerakusan
Sedangkan yang jadi korban kebanyakan rakyat masyarakat sederhana
yang hidupnya lara nestapa
Dan hanya tersisa sepotong doa
melerai air mata, luka dan darah?
3.
Ketika aneka keputusan tak adil
yang menindas sesama saudara
para pelakunya tertawa terbahak
Ketika alam dikuras dan dirampok
demi meraih kelimpahan untung
Yang jadi korban dibungkam suaranya
bahkan banyak yang dihilangkan nyawanya
Para pemilik kuasa dan modal bangga
bisa meraih gengsi dan harta
Padahal…
langit melihat semua yang terjadi
Bumi merekam apa adanya
Tak ada yang bisa sembunyi
di hadapan siang malam dan angin
apalagi bohong kepada matahari
Kita tak mungkin menipu diri sendiri
4.
Jeritan doa meneteskan air mata angkasa
datang penuh energi dan misteri
mengingatkan semua pribadi insani
Serpihan mantra saat derita
mengguncang jiwa Ibu Pertiwi
gempa bumi dan erupsi gunung api
jadi isyarat penuh misteri
“Ada gugatan bagi pemeluk agama
tentang semua ritual dan kata sakral
Ada tanya pada semua pemilik iman
Di manakah amal perbuatan imanmu
Karena iman tanpa perbuatan adalah mati”
Di tengah bencana alam yang melanda
Mari kembali ke dalam diri pribadi
tanyakan hati nurani tentang agama kita
Gugat sanubari jiwa sendiri
seperti apakah iman dan amal pribadi
Adakah sepotong doa sahaja?

