Kata sakti ‘program strategis’ yang dipakai secara merata di berbagai tingkat kehidupan ini dapat dipakai untuk memperkuat semangat optimisme. Sebuah program yang berupa rencana kegiatan untuk dilakukan, dan strategis yang menunjuk pada pilihan terbaik untuk dilakukan.
Kehidupan rohani atau ziarah iman di dunia ini sangat membutuhkan suatu program strategis, sesuatu yang sangat penting juga bagi negara, organisasi gereja dan aktivitas sosial lainnya. Kehidupan rohani atau ziarah iman yang paling konkret dan mendasar ialah seorang pribadi beriman. Agama, Gereja, pelajaran agama, keluarga, persekutuan, kelompok doa, semuanya itu jadi instrumen yang memupuk dan memperkuat kehidupan rohani pribadi itu. Yang akan selamat melalui keputusan pengadilan terakhir nanti ialah pribadi itu, dan bukan instrumen-instrumen tadi.
Jadi program strategis yang kita maksudkan di sini ialah, untuk pribadi kita masing-masing. Di akhir tahun liturgi ini, lalu untuk menyambut tahun liturgi A yang ditandai dengan Minggu Pertama Adven, mendisain sebuah program hidup rohani yang strategis ialah sesuatu yang sangat tepat. Metode untuk membuat program ini sederhana, yaitu kita mulai dengan kata kunci utama: Bersiap siaga atau waspada, sebuah kata yang sering dipakai oleh Yesus dalam pengajaran-Nya kepada kita tentang penyambutan Kerajaan Allah.
Mengapa dipilih kata strategis dalam semangat bersiap ini, karena kesadaran itu perlu dibangun, kelupaan perlu diingatkan, kemalasan perlu disuntik kerajinan, masa bodoh perlu dibakar semangatnya, cuek perlu ditutupi dengan kepekaan, menyendiri perlu diberi vitamin hidup bersaudara dan bersama, dan kesedihan itu perlu diubah dengan suka cita. Kata kunci bersiap jadi penting dan mendesak supaya orang-orang beriman cepat lepas dari gaya lama, yang selama ini sudah cukup menyiksa namun kurang disadarinya.
Mulai dengan bersiap, selanjutnya kita mengisi: dengan berdoa dalam ketekunan supaya kita dapat menguasai diri dari godaan-godaan si jahat. Kita jadi aman di hadirat Tuhan; dengan berpuasa dan mati raga demi memberi peluang lebih besar kepada jiwa untuk fokus kepada Tuhan, daripada terbawa-bawa oleh nafsu atau tipu daya duniawi; dengan taat-setia selalu kepada Allah yang senantiasa melihat dan menyayangi kita; dengan bangga dan bersyukur atas segala kebaikan dari Tuhan; dengan selalu bersuka cita; dengan mengampuni sebanyak 70 kali 7 kali; dengan bersaksi tentang Yesus; dengan mencintai sesama tanpa kenal lelah.
Selamat berziarah iman dalam masa Adven ini.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

