Dua puluh menit sebelum giliran operasiku, seorang perawat mendekat dan… “Maaf, Pak, izin, ada Ibu yang harus cito dioperasi, karena anaknya pingin segera lahir. Boleh ya, Pak, Ibu itu dulu.”
“Silahkan.”
Tidak berapa lama sesudah itu masuk ke ruang operasi, seorang Ibu dengan anaknya. Ibu itu terus berurai air mata.
“Ya, Allah, lancarkan operasi anakku, karena Engkau saja yang menolongku.”
“Ibu sendiri?” tanyaku.
“Iya, Pak.” Anaknya ikut nangis. Tak ada siapa-siapa.
“Ibu semangat ya, supaya anaknya juga semangat.”
Saya ingat lagi. Untuk semua yang baik bagi orang lain itu harus berlanjut. Karena di setiap beban yang kita ringankan dan di setiap usapan kepedulian yang kita nyatakan itu, Allah sungguh hadir dengan senyum-Nya. Senyum yang tidak hanya untuk yang menderita, tapi sekaligus menghangatkan relung hati kita juga. Sebab kebaikan kita adalah jembatan Surga di bumi.”
Salam sehat.
Jlitheng

