“Hidup ini bukan untuk persaingan, melainkan untuk bersinergi agar kita jadi tangguh, kuat, dan sukses.” –Mas Redjo
Ketika kecil, saya diajari orangtua untuk bermimpi dan bercita-cita setinggi langit agar masa depan cerah dan gilang gemilang.
Bercita-cita, jika tidak diwujudkan jadi nyata itu sekadar bermimpi di siang bolong. Inspirasi dan motivasi itu ibarat menanam jamur di tanah kerontang dan di musim kemarau. Alias percuma dan sia-sia.
Karena tidak ingin jadi pemimpi di siang bolong, saya menapaki mimpi itu dan mewujudkannya jadi nyata.
Saya terinspirasi dengan adagium, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Intinya, suatu proyek itu akan berhasil, jika dikerjakan oleh mereka yang bersinergi untuk meraih sukses bersama.
Prinsip saya adalah, pikiran dan kemampuan ini ada batasnya. Saya ingin bersinergi dengan mereka agar jadi kuat dan tangguh. Dengan bersinergi pula, khususnya mereka yang membutuhkan pekerjaan itu kami melangkah maju, mandiri, dan mapan.
Saya tidak mencari orang yang terkenal dan cerdik pandai, tapi sekadar retorika; berkamuflase. Saya mempunyai pengalaman pahit dengan mereka, ketika membiayai proyek omong kosong, tapi minus komitmen dan tiada tanggung jawabnya.
Saya juga tidak mau seperti keledai yang terperosok dua kali di lubang yang sama. Saya lalu mengadakan pendekatan dengan hati kepada mereka yang serius membutuhkan pekerjaan itu dan tertantang untuk maju.
Alangkah bijak, kita bekerja dalam senyap, tapi serius, optimis, dan berjuang pantang menyerah untuk mewujudkan cita-cita bersama.
Orang yang malas belajar dan bekerja itu bakal menggigit jarinya sendiri, tapi mereka yang bersinergi dan pantang menyerah itu bakal memanen sukses bersama.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

