“Langit dan bumi akan berlalu, tapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Luk 21: 33).
Tuhan Yesus memberikan sabda-Nya kepada manusia, supaya manusia dapat menemukan kebenaran dan hidup sesuai dengan sabda-Nya. Akan tetapi, jika kita melihat realita dunia dewasa ini, kita akan menemukan adanya kecenderungan manusia untuk memusatkan diri pada kenikmatan, hawa nafsu, keindahan-keindahan yang sifatnya fana, harta-benda, dan sebagainya.
Hal-hal itu amat menyita seluruh perhatian manusia, sehingga ia melupakan Tuhan, bahkan sampai pada tahap meninggalkan Tuhan demi memuaskan obsesi pada keinginan atau pencapaian diri sendiri.
Tuhan Yesus menyadarkan kita, bahwa langit dan bumi akan berlalu, artinya segala sesuatu yang dicari di dunia ini, kalau tidak kita pusatkan, persembahkan, dan untuk cinta kepada Allah, semua itu bersifat sia-sia dan akan hilang. Sebaliknya, Tuhan Yesus menegaskan, bahwa perkataan-Nya tidak akan berlalu. Jika kita selalu mendekatkan diri dan memusatkan diri pada perkataan-Nya, maka sabda Tuhan sendiri yang akan menuntun langkah kita menuju hidup yang kekal.
Fr. Frederick de Jesu, CSE
Jumat, 28 November 2025
Dan 7: 2-14 MT Dan 3: 75-81 Luk 21: 29-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

