1.
Angkasa menulis sosok peradaban
dengan pena waktu yang berlari
Bumi melukis sosok budaya
dengan warna pulau benua dan samudra
Manusia dipaksa menjawab pertanyaan hakiki
untuk merangkul fakta dan misteri
Meskipun jawaban hanya sementara
dan pertanyaan tak pernah habis
Peradaban silih berganti bersemi
seperti cahaya mentari siang malam
Aneka budaya laksana ombak gelombang samudra menghempas pasir pantai
2.
Merah kuning hitam putih
warna kulit pribadi suku bangsa.
yang dipeluk iklim setiap wilayah
dan pelihara alam lingkungan tanah lahirnya
Aneka budaya terukir dalam sejarah
Berkelana dinamis berada dan menjadi
sebagai irama inkarnasi abadi
melestarikan mantra misteri Ilahi
Yang terpatri dalam diri dan sesama
Yang hadir dalam ruang dan waktu semesta
Dan ternyata bisa bersahabat sekaligus saling menghancurkan
3.
Dalam parade aneka wajah budaya
ada relasi harmonis dan antagonis
ada fakta saling menghormati dan iri dengki
ada kenyataan saling mengasihi dan berperang
Kebenaran egois individu selalu bertarung dengan rindu damba kebenaran sejati
untuk membangun kehidupan bersama penuh damai
karena saling membutuhkan dan saling melengkapi
Cahaya mentari memberi teladan keadilan
Debu tanah mengajari kesetiaan
Tetapi setiap pribadi berhak memutuskan pilihannya
Mau jadi apa dan siapa
hari ini dan esok lusa
4.
Wajah peradaban adalah cermin
yang diwariskan para pendahulu
agar generasi kini melihat siapa dirinya
Sosok budaya adalah jejak energi ruang dan waktu
agar generasi kini menulis sejarah kreasinya
Sedangkan tentang esok dan masa depan
adalah angin yang pasti berhembus
tetapi tak bisa dipastikan arah dan di mana rumahnya
Pribadi, kelompok, suku dan bangsa
sedang menggugat warisan kemarin
dan bermimpi tentang damba esok lusa
dengan segala daya jiwa raga pribadinya
5.
Kenyataan hakikat diri pribadi
yang terlahir penuh tanya dan misteri
yang terlempar dalam fakta paradoks
yang unik sekaligus sosial
yang manunggal dalam multi dimensi pribadi
Terus ditemani tanya sebagai nafas
dan ketakpastian jawaban sebagai desir darah
Dinamika perubahan sebagai irama abadi pengalaman
Mungkin sejarah
wajah peradaban
dan ragam aneka sosok budaya
Adalah buku harian jagat semesta
Yang ditulis dalam pribadi setiap generasi

