“Perubahan itu abadi. Hidup harus selalu diperbarui untuk jadi makin baik.” -Mas Redjo
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” itu benar. Saya telah membuktikan adagium itu dalam berwirausaha untuk mandiri dan hidup mapan.
Sejalan dengan berbisnis, saya juga menerapkan tantangan, usaha, dan kerja keras itu untuk praktik hidup spiritual dengan “kontemplasi salib.” Yaitu, saya melewati jalan pendakian spiritual itu dengan penderitaan untuk menghidupi iman Kristiani.
Saya memilih dan mempraktekkan jalan itu, karena ingin memaknai hidup saya agar berkenan bagi Tuhan.
Saya terinspirasi dan termotivasi oleh teladan laku hidup spiritual Santo Yohanes dari Salib yang melewati jalan salib Yesus ke Golgota.
Dengan berdoa dan meditasi, saya mewujudkan cinta Tuhan dalam semangat berkorban tanpa pamrih itu dalam hidup keseharian.
Saya berjuang untuk mengecilkan ego sendiri, lalu menggantinya dengan semangat kerahiman Tuhan untuk mengasihi sesama dan murah hati.
Lewat semangat pengorbanan itu pula, saya mengisi hari-hari ini dengan menghadirkan wajah kasih Tuhan pada sesama.
Dengan kontemplasi salib itu saya menumbuhkan cinta, harapan, dan rasa syukur kepada Tuhan, serta mencapai persatuan yang lebih dalam dengan-Nya. Hubungan yang intens itu makin mendekat-eratkan saya dengan-Nya untuk ‘manunggaling kawula Gusti’.
“Saya ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Mas Redjo

