Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com – Dalam komunitas adat tempat asal saya, ada wujud simbol sajian adat yakni menyuguhkan tembakau dan sirih pinang. Suguhan adat itu terjadi, ketika ada keluarga dan tamu yang berkunjung ke rumah kita, atau dalam perjumpaan sesama di tempat lain. Dijelaskan oleh para sesepuh, bahwa suguhan tembakau dan sirih pinang mengungkapkan keramahan dan penghargaan akan harkat martabat sebagai sesama saudara.
Karena makna yang demikian luhur, maka masih dipertahankan hingga saat ini. Simbol tersebut selalu ada dalam ritual adat budaya setempat.
Ada hal istimewa yang diwariskan, yakni jika tamu tidak bisa mengkonsumsi, yang penting menerima dan menyentuhnya, lalu pamit untuk dikembalikan kepada yang menyuguhkan. Bahkan dalam keseharian, tegur sapa untuk merokok dan makan sirih pinang jadi ekspresi kepedulian, malahan ketika pihak yang disapa justru dimintai tembakau dan sirih pinang, lalu saling berdialog sebagai ungkapan keakraban dan persaudaraan.
Suguhan adat tembakau dan sirih pinang ini tidak terjadi di semua komunitas adat budaya. Saya tahu ini terjadi di wilayah masyarakat propinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Mungkin ada juga di komunitas adat lainnya di Nusantara. Tradisi ini memiliki keragaman cerita soal makna, manfaat, dan asal usulnya. Mengapa tembakau dan sirih pinang? Bukan saja dalam ungkapan keramahan antar sesama, tapi juga jadi bagian sajian dalam ritual adat budaya.
Ketika bertanya kepada beberapa tokoh masyarakat adat tentang suguhan adat tembakau dan sirih pinang, saya mendapat penjelasan dalam bentuk syair sastra dan mantra ritual. Dari penjelasan syair tersebut, ternyata ada banyak pesan kearifan yang berkaitan dengan harkat martabat manusia, relasi dengan arwah dan penghuni gaib serta relasi dengan alam lingkungan, bahkan Sang Pencipta.
Wujud dan simbol suguhan tembakau dan sirih pinang memiliki kekayaan makna. Meskipun tidak jelas cerita awal mula tradisi adat budaya dengan simbol suguhan itu.
Pewarisannya juga dengan tradisi lisan. Entah ada manfaat untuk kesehatan tubuh para penggunanya. Faktanya banyak orangtua dan dewasa yang mengkonsumsi secara rutin atau jadi kebiasaan. Tembakau dan sirih pinang jadi bagian kehidupan yang digunakan, dikonsumsi sehari-hari. Manfaatnya yang paling tahu adalah mereka yang menggunakannya sehari-hari. Pasti berbeda dengan penjelasan medis untuk kesehatan bagi pengguna.

