1.
Karena saya berpikir palsu maka palsu
Bodoh amat dengan apa faktanya
Tak peduli dengan argumen anda semua
Karena kebenaran adalah pikiranku
Karena palsu atau asli harus sesuai kemauanku
Karena pokoknya adalah argumentasi pribadiku
Jangan kalian tanya untuk apa dan siapa pikiranku
Inilah zaman kecanggihan digital
mari kita beradu pikiran di layar sosmed
karena kebenaran sesuai pikiran setiap pribadi
Angin itu pasti, tetapi tak ada yang tahu alamat rumahnya
2.
Karena saya pasti meragukan keasliannya, maka semuanya pasti palsu
Entah tentang asal usul pribadimu
Entah tentang sejarah keluargamu
Entah tentang usaha dan hasil karyamu
Entah tentang sahabat kenalanmu
Entah tentang pangkat dan jabatanmu
Entah tentang fakta pengalamanmu
Juga tentang informasi pendidikanmu
Ijazahmu pasti rekayasa dan palsu
Pokoknya, itulah cara berpikir dan pendapatku
Angkasa ini luas tanpa pilar dan pagar
3.
Karena saya menduga palsu maka apa pun itu palsu
Karena saya meyakini pasti maka segalanya pasti palsu
Karena itu aku bertahan dengan dugaanku
Karena itu aku yakin dengan pendapatku
Karena itu segalanya aku buktikan
Karena itu aku ajak para pendukungku
Karena itu aku paksakan dugaan dan keyakinanku
Biar langit rintih dan bumi berguncang
Aku tetap yakin pikiran dan dugaanku
Biar jutaan orang melawan aku
selangkah pun aku tak akan mundur
Pantang pulang sebelum menang
Sampai berhenti nafasku dan putih tulangku
4.
Saya berpikir pasti palsu
maka saya berkesimpulan palsu
Dugaanku telah aku kibarkan
maka sekali layar berkembang
badai pun akan aku hadapi
Ingin aku hilangkan ombak gelombang dari samudra
Tekad keyakinanku sudah bulat
aku katakan palsu itu palsu
aku katakan asli itu asli
Tak peduli apa pun pembuktianmu
Tak gentar aku hadapi kalian semua
Karena akulah kenangan mutlak
Jangan kalian tanya dan gugat
untuk apa dan siapa perjuanganku
Saya berpikir dan menyimpulkan palsu
maka sesuatu itu pasti palsu
Saya berkeyakinan sesuatu itu asli
maka pasti hal itu asli
Mari hitung jumlah rambut kepala masing-masing
5.
Zaman terus siapkan panggung sandiwara
Beragam peran terus tercipta
untuk dimainkan para aktor profesional
untuk diikuti para pemeran pembantu
untuk ditayangkan di sosial media
Para pembuat skenario dan pemilik panggung
terus memanen angka dan kepuasan
sedangkan selera dan gengsinya terus lapar dahaga
Asli dan kepalsuan cuma kata belaka
yang bisa dipermainkan dengan kuasa, senjata dan angka uang
Kejujuran, kebenaran, keadilan galau
karena silau dalam gemerlap sandiwara zaman

