Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19: 46).
Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah yang suci, karena tidak lagi jadi tempat doa dan ibadah orang Israel kepada Allah, tapi sudah jadi tempat berdagang, yang utama hanya soal untung dan rugi, Lebih dalam dari sekadar bangunan, Injil mengingatkan kita mengenai bait Allah, yakni hati kita, di mana Allah bersemayam.
Apakah kita sungguh menyadari kehadiran Allah dalam diri kita, dan mau meluangkan waktu untuk sekadar berbicara dengan Dia yang ada di dalam lubuk hati kita, atau kita hanya sibuk dengan hal-hal duniawi.
Mari kita belajar dari Santa Perawan Maria yang dengan hati tulus mencintai dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah, dan menjadikan dirinya sebagai tempat doa bagi Tuhan dan sesama.
Santa Perawan Maria doakanlah kami anak-anakmu agar kami pun jadi rumah doa yang sejati bagi sesama dan dunia.
Fr. Redemptus Maria, CSE
Jumat, 21 November 2025
Pw St. Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah
1 Mak 4:36-37.52-59 MT 1 Taw 29: 10.11-12; Luk 19: 45-48
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

