“Selalu bersyukur agar hidup kita makin dimudahkan dan bahagia.” -Mas Redjo
Bersyukur itu sumbernya dari hati. Apa pun peristiwa atau kejadian dalam hidup ini, baik itu suka-duka, sehat-sakit, dan hingga bencana. Jika semua peristiwa itu disyukuri dan dimaknai, hidup kita berlimpah sukacita.
Tidak sekali dua, tapi setiap kali saya mengalaminya. Hal itu yang membuat saya takjub, anugerah Allah luar biasa. Ia selalu memberi yang terbaik, karena Ia murah hati.
Ketika doa-doa belum dikabulkan Allah agar saya datang mendekat untuk bertekun, sabar, dan rendah hati. Sejatinya saya, kau, dan kita diuji untuk taat dan setia kepada-Nya.
Usaha gagal atau pekerjaan yang tidak kunjung didapat itu jangan membuat kita lelah, putus asa, dan menyerah. Tapi dengan bersyukur mengajar kita untuk makin rendah hati dan berhikmat untuk berjuang pantang menyerah. Karena selalu indah pada waktu-Nya
Sakit penyakit yang tidak kunjung sembuh, mengajar kita untuk makin tunduk merendah, berserah ikhlas, dan menyembah Allah. Kita tidak harus risau waktu penyembuhan yang lama dan takut besaran biaya pengobatan, tapi untuk semeleh. Hidup mati kita adalah milik-Nya.
Bencana alam, baik itu gempa bumi, gunung meletus, banjir, puting beliung, dan sebagainya. Semua peristiwa itu bukan azab, melainkan Allah menunjukkan kasih-Nya. Ia mengingatkan kita agar bersahabat dan mengelola alam ini dengan bijak demi kemaslahatan bersama.
Dengan selalu bersyukur, bahwa semua itu anugerah Allah, hidup kita tidak sekadar dicukupkan, tapi dimudahkan dalam sukacita.
Selalu mendahulukan Allah di atas segala-galanya, karena Ia sumber hidup dan kebahagian kita. Sekarang dan selama-lamanya.
“Manunggaling kawula Gusti, sumangga Gusti.”
Mas Redjo

