Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (Lukas 19: 5).
Permintaan Yesus ini membuat Zakheus gembira. Dia mendapat hadiah yang besar.
Keinginan Yesus datang di rumah Zakheus itu adalah ungkapan penerimaan.
Dengan berkunjung ke rumah Zakheus, Yesus menyatakan, bahwa anugerah Tuhan berlaku untuk orang seperti Zakheus.
Itulah tujuan Yesus datang ke dunia, yaitu mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang.
Dengan segera, Zakheus menerima Yesus dengan gembira. Nilai yang lebih tinggi dari perjumpaan ini adalah Zakheus jadi sadar, insyaf, dan berubah.
Sebagai jawaban Zakheus dalam menyambut Yesus adalah ia memberikan setengah dari harta miliknya untuk diberikan kepada orang miskin. Ia juga memberi ganti rugi empat kali lipat kepada orang-orang yang telah diperasnya. Itulah bukti pertobatan Zakheus.
Hati Zakheus sudah disentuh oleh Tuhan. Dia tidak mau menunda. Yesus sudah berbuat baik padanya, maka dia juga harus berbuat baik kepada orang lain.
“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang.”
Bagi kita, kisah pertobatan Zakheus itu jadi inspirasi. Orang yang bertobat itu menemukan jalan hidupnya kembali menuju kepada Tuhan.
Yang menarik adalah orang yang bertobat itu disemangati, didukung, dan didampingi agar hidupnya makin baik.
Setelah pertobatan itu ada tugas baru yang menunggu, yaitu agar kita saling merawat iman, pengharapan, dan kasih bagi hidup sesama. Hidup berkenan bagi Tuhan.
Kita yakin masih ada banyak ‘Zakheus’ di sekitar kita. Mari kita bantu dan ajak mereka untuk bertemu Yesus.
Tuhan memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

