Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Luk 18: 42).
Seorang buta dari Yerikho datang kepada Yesus dan percaya, bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya. Ia tidak dapat melihat secara fisik, tapi ia tetap percaya pada kuasa Yesus.
Allah melihat hatinya dan ia beroleh kesembuhan, sehinga dapat memuji dan memuliakan Allah. Ia bersukacita, buah dari perjumpaannya dengan Yesus. Dalam kegelapan ia berjalan dengan iman menuju Sang Terang.
Peristiwa ini menyadarkan kita, bahwa iman merupakan kunci kesembuhan sejati. Iman adalah respon manusia terhadap rahmat Allah, sebuah keterbukaan hati yang memungkinkan kasih Allah bekerja dalam hidup kita. Kesembuhan dapat terjadi, bila kita datang kepada Yesus dengan percaya, menyerahkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita kepada-Nya.
Iman yang dimaksudkan itu ialah bukan sekadar percaya, bahwa Allah bisa menyembuhkan. Melainkan percaya, bahwa dalam penderitaan, Tuhan selalu menyertai kita.
Mari kita datang kepada Tuhan dengan hati yang percaya. Dalam iman yang hidup kita dapat mengalami sentuhan Ilahi yang memulihkan hidup kita.
Sr. M. Heraberta, P. Karm
Senin, 17 Nopember 2025
1 Mak 1: 10-15.41-43.54-57.62-64
Mzm 119: 53.61.134.150.155.158 Luk 18: 35-43
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

