“Mereka yang mencari kebenaran, tapi berhenti pada keindahan ciptaan itu gagal melihat Sang Pencipta di baliknya. Bagi hati yang murni, setiap matahari terbit, helaan napas, dan kesederhanaan hidup jadi ungkapan kehadiran Allah.”
Kitab Kebijaksanaan mengingatkan kami, bahwa kehadiran Allah yang tak kelihatan sesungguhnya nyata melalui karya tangan-Nya. Langit menceritakan kemuliaan-Nya, cakrawala memberitakan karya-Nya. Tapi sering kami berhenti pada kekaguman terhadap ciptaan, tanpa mengangkat hati kepada Sang Pencipta.
Ketika Yesus berbicara tentang zaman Nuh, Ia tidak hanya menceritakan sejarah, melainkan mengajak kami sadar. Orang-orang makan dan minum, menikah dan bekerja itu bukan hal yang salah, tapi hati mereka tertutup terhadap-Nya. Mereka hidup tanpa rasa syukur, kewaspadaan, dan tanpa kesiapan menyambut Sang Tamu Ilahi yang datang diam-diam dalam kesederhanaan hidup.
Tuhan, betapa mudahnya kami larut dalam kesibukan: merencanakan, membangun, berusaha, tapi lupa mendengarkan bahasa diam dari alam yang senantiasa berbisik, “Allah hadir di sini.”
Setiap fajar memanggil kami bukan hanya untuk bangun, tapi juga untuk membangkitkan jiwa. Setiap napas adalah anugerah, setiap perjumpaan adalah tanda kasih-Mu yang mendekat.
Engkaulah Allah yang sama yang memanggil Nuh membangun bahtera, tempat perlindungan di tengah kebinasaan. Dalam setiap zaman Engkau membangun ‘bahtera-bahtera’ baru: Gereja, Ekaristi, bahkan hati yang terbuka bagi rahmat-Mu. Engkau tidak pernah berhenti menyelamatkan ciptaan dari banjir ketidakpedulian dan dosa.
Ajarlah kami, ya Yesus, membangun bahtera batin: hidup yang berakar dalam doa, kemurnian, dan kasih. Jangan biarkan kami sibuk namun buta, aktif namun tak sadar. Siapkanlah hati kami agar mengenali-Mu dalam yang sederhana, yang tersembunyi, yang biasa. Sebab di sanalah Engkau berkenan tinggal.
Bersama Paus Klemens XI kami berdoa:
“Aku mau apa pun yang Engkau mau, karena Engkau yang menghendakinya, dengan cara yang Engkau kehendaki, selama Engkau menghendakinya.” Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

