“Tuhan Yesus, kuasailah hatiku, Engkaulah Jalanku, Kebenaranku, dan Hidupku.”
Allah menciptakan segala sesuatu dengan kebijaksanaan-Nya yang suci: “menjangkau dari ujung ke ujung dengan kuat, dan menata segala sesuatu dengan lembut.”
Dalam Putra-Nya, Yesus Kristus, Ia menyingkapkan kebijaksanaan sejati, bahwa kuasa sejati itu bukan untuk menguasai, melainkan untuk mengasihi, melayani, dan menebus.
Allah mengingatkan kami, bahwa Kerajaan-Nya tidak datang dengan tanda-tanda lahiriah yang mencolok, tapi diam-diam hadir di hati yang menerima dan menaati Yesus. Firman Tuhan, kekal selamanya; kesetiaan-Nya menopang segala zaman. Namun betapa sering hati kami mencari bukti, bukan kehadiran-Nya; mau hasil yang cepat, bukan ingin hubungan yang mendalam dengan-Nya.
Ya, Tuhan Yesus, Engkau menatap Yerusalem dengan hati teguh,
meskipun Engkau tahu salib menanti di sana. Engkau memeluk penderitaan bukan sebagai kekalahan, melainkan sebagai tempat kerahiman bertakhta.
Kini Engkau memanggil kami berjalan di jalan yang sama; percaya kepada Bapa bahkan saat kami tidak mengerti, berpegang pada-Mu saat kegelapan terasa dekat, dan tetap melangkah meski hanya iman yang menuntun kami.
Ajarlah kami, Tuhan, bahwa Kerajaan-Mu tumbuh dalam cara-cara yang tersembunyi: dalam kesabaran nan penuh pengampunan, keheningan dalam berdoa, dan dalam kasih yang bertahan. Biarlah Firman-Mu menerangi langkah kami, dan kebijaksanaan-Mu membentuk hati kami agar semakin percaya kepada-Mu.
Datanglah, ya, Tuhan, penuhilah kami dengan hadirat-Mu, hingga hidup kami jadi kesaksian, bahwa hanya Yesuslah Tuhan dan Raja kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

